Emiten Rokok Membidik Pemulihan Kinerja pada 2026 Setelah Pemerintah Menahan Kenaikan Cukai

Pemerintah Menahan Tarif Cukai dan Membuka Ruang Golongan Rokok Ekonomis
JAKARTA — Emiten rokok berpeluang memperbaiki kinerja pada 2026 setelah pemerintah memutuskan menahan kenaikan tarif cukai hasil tembakau dan membuka opsi penambahan golongan baru untuk rokok ekonomis. Kebijakan ini memberi ruang bernapas bagi industri tembakau yang selama beberapa tahun terakhir tertekan kenaikan cukai dan pergeseran konsumsi.
Keputusan tersebut mendorong produsen besar seperti PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) menyiapkan strategi baru guna menjaga volume penjualan dan profitabilitas. Konsumen yang semakin sensitif terhadap harga mendorong perusahaan menggeser fokus ke segmen produk yang lebih terjangkau.
Gudang Garam Menggenjot Produk Menengah-Bawah untuk Menjaga Volume
Analis Senior Indonesia Strategic and Economics Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita menilai Gudang Garam berpotensi diuntungkan dengan mendorong produk tier-2 dan tier-3. Strategi ini dinilai realistis karena pergeseran konsumsi terjadi ke segmen harga ekonomis.
Tanpa kenaikan cukai pada 2026, margin produk menengah-bawah dinilai berpeluang membaik. Selain itu, Gudang Garam juga berpotensi meraih manfaat lebih besar jika pemerintah berhasil menekan peredaran rokok ilegal yang selama ini menggerus pasar legal, terutama di segmen harga terjangkau.
Sampoerna Memperkuat Inovasi Produk Tanpa Asap untuk Jangka Panjang
Sementara itu, H.M. Sampoerna menempatkan inovasi produk rokok bebas asap sebagai investasi strategis jangka panjang. Meski kontribusinya terhadap pendapatan masih terbatas, segmen ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menawarkan margin yang relatif lebih tinggi.
Data sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan penjualan rokok bebas asap HMSP tumbuh 49,42% secara tahunan meski baru menyumbang 2,13% dari total penjualan. Sebaliknya, penjualan sigaret kretek mesin sebagai segmen utama mengalami kontraksi, mencerminkan perubahan preferensi konsumen.
Saham Emiten Rokok Menguat Seiring Ekspektasi Stabilisasi Industri
Optimisme terhadap kebijakan cukai tercermin di pasar modal. Sejak awal 2026, saham emiten rokok menguat seiring ekspektasi pemulihan industri. Saham GGRM dan HMSP mencatatkan kenaikan year to date, didorong proyeksi stabilisasi volume dan perbaikan margin.
Ronny menilai 2026 berpotensi menjadi tahun stabilisasi setelah tekanan berlapis selama tiga tahun terakhir. Namun, ia mengingatkan bahwa reli saham lebih mencerminkan ekspektasi pasar. Pemulihan fundamental diperkirakan berlangsung bertahap dan tidak bersifat agresif.
