ICBP, INDF, dan AMRT Menguat sebagai Saham Pilihan Analis di Tengah Daya Beli Lesu

Analis Menilai Sektor Konsumer Tetap Prospektif pada 2026
JAKARTA — Sejumlah analis pasar modal menilai saham sektor konsumer masih layak dikoleksi pada 2026 meskipun daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) muncul sebagai jagoan analis di tengah kondisi konsumsi yang menantang.
Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis Setyo menjelaskan bahwa pemulihan daya beli yang belum merata membuat investor cenderung berhati-hati terhadap saham konsumer. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2025 tercatat turun 0,5 poin menjadi 123,5 dari posisi November 2025 di level 124. Penurunan tersebut memutus tren kenaikan IKK yang terjadi dalam dua bulan sebelumnya.
Pelonggaran Moneter Membuka Ruang Pemulihan Konsumsi
Meski IKK melandai, Abdul Azis menilai peluang perbaikan kinerja saham konsumer masih terbuka. Menurutnya, kebijakan pelonggaran moneter dan fiskal yang agresif berpotensi mendorong pemulihan daya beli masyarakat secara bertahap. Ia menambahkan bahwa emiten ritel dan konsumer masih menghadapi tantangan lain berupa fluktuasi nilai tukar yang meningkatkan biaya operasional.
Dalam kondisi tersebut, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan trading buy saham AMRT dengan target harga di kisaran Rp2.020–Rp2.090 per saham. Rekomendasi ini didasarkan pada posisi AMRT sebagai pemain ritel dengan jaringan luas dan kemampuan menjaga volume penjualan.
Data Penjualan Ritel Menjaga Optimisme Analis
Junior Research Analyst Sinarmas Sekuritas Dipta Daniswara menilai penurunan IKK tidak serta-merta mencerminkan prospek suram sektor konsumer. Ia menyoroti data penjualan ritel kuartal IV/2025 yang tumbuh di kisaran 4,3%–6,3% secara tahunan. Data tersebut menunjukkan aktivitas konsumsi masih bergerak positif.
Dipta memperkirakan laba emiten konsumer siklikal dan ritel seperti MAPI, AMRT, dan ICBP tetap tumbuh single digit pada 2026. Oleh karena itu, ia menyarankan investor tidak terburu-buru merevisi target harga. Sinarmas Sekuritas merekomendasikan buy on weakness untuk saham UNVR, CMRY, dan AMRT.
Kenaikan UMP dan Stimulus Jadi Katalis 2026
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai kenaikan upah minimum, stimulus ekonomi, serta kebijakan fiskal pemerintah berpotensi mendorong perbaikan daya beli pada 2026. BRI Danareksa memproyeksikan pertumbuhan pendapatan agregat sektor konsumer mencapai 5,7% secara tahunan.
Emiten dengan pangsa pasar dominan seperti ICBP dan MYOR dinilai memiliki pricing power yang lebih kuat. BRI Danareksa mempertahankan peringkat overweight sektor konsumer dengan valuasi 13,6 kali PE FY26F, serta menetapkan ICBP sebagai pilihan utama, disusul MYOR, INDF, dan UNVR.
