Purbaya Mengkaji Penambahan Golongan Cukai untuk Menekan Rokok Ilegal

Menkeu Purbaya Mengusulkan Layer Cukai Baru bagi Rokok Murah
JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkaji rencana penambahan satu golongan baru tarif cukai hasil tembakau untuk memberi ruang legalisasi rokok ilegal. Wacana tersebut muncul sebagai respons atas pelebaran jarak harga antara rokok golongan mahal dan rokok murah yang selama ini mendorong peredaran produk ilegal di pasar.
Purbaya menyampaikan pemerintah ingin menghadirkan satu layer tarif baru agar rokok ilegal dapat masuk ke sistem resmi dan mulai membayar pajak. Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan peningkatan kepatuhan sekaligus perluasan basis penerimaan negara dari sektor cukai.
Analis Menilai Kebijakan Cukai Baru Menekan Rokok Ilegal
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menilai penambahan golongan cukai berpotensi menekan peredaran rokok ilegal secara lebih efektif. Menurutnya, pemerintah dapat mempersempit celah harga yang selama ini mendorong konsumen beralih ke rokok tanpa pita cukai.
David menjelaskan bahwa keberadaan tarif perantara memungkinkan negara memajaki produk yang sebelumnya berlindung di tarif rendah. Dengan implementasi yang tepat, kebijakan ini dinilai mampu menurunkan insentif konsumsi rokok ilegal yang menawarkan selisih harga terlalu jauh.
Emiten Rokok Besar Berpeluang Memperbaiki Pangsa Pasar
David menilai kebijakan tersebut memberi dampak positif bagi emiten rokok besar seperti PT Gudang Garam Tbk. dan PT H.M Sampoerna Tbk. Selama 2025, kedua emiten menghadapi tekanan down-trading akibat kenaikan cukai yang mendorong konsumen berpindah ke produk lebih murah dan ilegal.
Gudang Garam dinilai diuntungkan karena fokus menggarap produk rokok tier menengah dan bawah. Strategi ini membantu perseroan menahan penurunan volume penjualan di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Kenaikan harga saham GGRM sebesar 9,29% secara year to date hingga 13 Januari 2026 mencerminkan optimisme pasar terhadap strategi tersebut.
Strategi Produk Alternatif Menjaga Daya Tarik HMSP
Sementara itu, H.M. Sampoerna mengandalkan pengembangan produk rokok bebas asap sebagai investasi jangka panjang. Produk ini dinilai memberikan margin lebih tinggi sekaligus memperbaiki profil risiko berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola. Strategi tersebut menjaga daya tarik HMSP di mata investor asing yang mulai membatasi eksposur ke rokok konvensional.
David menilai keputusan pemerintah menahan tarif cukai dan harga jual eceran pada 2026 memberi ruang pemulihan margin laba emiten rokok. Dengan tarif yang stagnan, emiten memiliki kesempatan meningkatkan efisiensi biaya produksi dan memperbaiki kinerja keuangan.
