IHSG Tetap Volatil Meski Berulang Kali Mencetak Rekor All Time High

Rotasi Sektoral Mendorong Fluktuasi IHSG di Area Psikologis 9.000
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan terus mencetak rekor all time high meskipun pergerakannya berlangsung volatil sepanjang sepekan terakhir. Kondisi tersebut mencerminkan dinamika pasar yang sedang mengalami rotasi sektoral, bukan pelemahan fundamental.
Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menjelaskan bahwa volatilitas muncul karena IHSG berada dekat dengan level resistance psikologis di kisaran 9.000. Dalam situasi tersebut, pelaku pasar aktif melakukan penyesuaian portofolio sehingga pergerakan indeks terlihat fluktuatif. Meski demikian, Ekky menegaskan bahwa arah pasar masih relatif positif.
Aksi Profit Taking dan Akumulasi Terjadi Secara Bersamaan
Ekky menilai pergerakan IHSG mencerminkan tarik-menarik antara aksi ambil untung dan akumulasi saham. Saat sebagian investor merealisasikan keuntungan setelah indeks mencetak rekor baru, investor lain justru memanfaatkan koreksi terbatas untuk masuk ke pasar.
Ia menambahkan bahwa volatilitas ini tidak bisa diartikan sebagai sinyal keluar dari pasar. Sebaliknya, kondisi tersebut menunjukkan pasar sedang mencari keseimbangan baru setelah reli panjang yang membawa IHSG ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Pergerakan Saham Konglomerasi Tidak Berjalan Seragam
Menurut Ekky, fluktuasi IHSG tidak sepenuhnya dipicu oleh saham-saham konglomerasi. Ia mencermati sebagian saham grup besar seperti Bakrie dan MNC mulai menguat, sementara beberapa saham konglomerasi lain justru mengalami aksi profit taking.
Perbedaan arah pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor melakukan seleksi sektoral dan saham secara lebih spesifik. Oleh karena itu, Ekky menilai tidak tepat jika volatilitas IHSG dikaitkan dengan pelemahan saham konglomerasi secara umum.
Dana Investor Mulai Mengalir ke Saham Big Caps
Ekky melihat sinyal positif dari masuknya dana ke saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya anggota indeks LQ45. Di tengah volatilitas pasar, indeks LQ45 justru mampu mencatatkan penguatan yang solid, mencerminkan reposisi investor ke saham yang lebih likuid dan defensif.
Sepanjang pekan ini, IHSG bergerak pada rentang 8.715 hingga 9.100 dan berhasil menguat 1,68% dibandingkan pekan sebelumnya. IHSG juga menembus level 9.000 dan mencetak rekor tertinggi baru beberapa kali. Dari sisi aliran dana, investor asing mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp4,46 triliun di seluruh pasar, memperkuat optimisme terhadap prospek jangka menengah indeks.
