Pelemahan Saham ADMR, ASII, dan INCO Menekan Indeks Bisnis-27 pada Awal Perdagangan

Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah di Tengah Tekanan Saham Big Caps
Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, di zona merah seiring tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Berdasarkan data IDX Mobile, indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dan Bisnis Indonesia tersebut melemah 0,43% ke level 573,68 pada pukul 09.00 WIB. Pergerakan indeks mencerminkan dominasi aksi jual investor pada saham-saham utama sejak awal sesi.
Pada pembukaan pasar, hanya delapan saham yang bergerak menguat, sementara 14 saham terkoreksi dan lima saham lainnya stagnan. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar yang cenderung berhati-hati meskipun aktivitas perdagangan tetap berlangsung aktif.
Penurunan ADMR, ASII, dan BBCA Membebani Pergerakan Indeks
Tekanan utama terhadap Indeks Bisnis-27 datang dari melemahnya saham sektor tambang, perbankan, dan otomotif. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) turun 1,03% ke level Rp1.915. Saham PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 1,01% ke Rp7.325, sementara saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terkoreksi 0,92% ke posisi Rp8.050.
Pelemahan juga terjadi pada saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang turun paling dalam sebesar 1,95% ke Rp6.275. Saham lain yang bergerak di zona merah antara lain PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), serta PT United Tractors Tbk. (UNTR). Tekanan merata ini membuat laju indeks sulit keluar dari teritori negatif.
Saham Energi dan Perbankan Menahan Tekanan Lebih Dalam
Di tengah pelemahan mayoritas konstituen, sejumlah saham berhasil bergerak menguat dan menahan tekanan indeks. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melonjak 3,39% ke Rp3.050, diikuti PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang melesat 5,83% ke Rp436. Dari sektor perbankan, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga mencatatkan penguatan moderat.
Saham energi lainnya seperti PT Medco Energy Internasional Tbk. (MEDC) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) turut bergerak positif. Meski demikian, penguatan tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan dari saham-saham utama yang terkoreksi.
IHSG Dibuka Menguat di Tengah Tekanan Indeks Selektif
Berbeda dengan Indeks Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan justru dibuka menguat 0,24% ke level 9.155,35. Penguatan IHSG didorong oleh lonjakan saham-saham tertentu, terutama PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), BRPT, dan BUMI. Perbedaan arah pergerakan ini menegaskan bahwa pasar bergerak selektif dengan fokus pada saham-saham tertentu di tengah dinamika sentimen global dan domestik.
