Investor Asing Memborong Saham BRI dan Melepas BCA pada Perdagangan 20 Januari 2026

Investor Asing Mengalihkan Minat ke Saham Perbankan BUMN
JAKARTA — Investor asing memusatkan perhatian pada saham perbankan nasional dalam perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. Pada sesi tersebut, arus dana asing mengalir deras ke sejumlah saham bank milik negara, sementara aksi jual besar terjadi pada beberapa saham bank swasta dan bank pelat merah lainnya. Pergerakan ini mencerminkan strategi selektif investor global dalam merespons dinamika pasar keuangan domestik.
Investor Asing Menjadikan Saham BRI sebagai Pilihan Utama
Investor asing menempatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebagai saham perbankan paling banyak dibeli dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp224,57 miliar berdasarkan data Stockbit. Seiring masuknya dana asing, saham BBRI menutup perdagangan dengan penguatan 0,26% atau naik 10 poin ke level Rp3.850 per saham. Secara kinerja sejak awal tahun, saham BRI mencatatkan kenaikan 5,19% atau bertambah 190 poin, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu saham bank dengan performa positif di awal 2026.
Investor Asing Menambah Kepemilikan Saham Bank Mandiri dan Superbank
Selain BRI, investor asing juga memborong saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai pembelian bersih Rp35,97 miliar. Saham BMRI menutup perdagangan menguat 0,50% atau naik 25 poin ke posisi Rp5.025 per saham, meskipun secara year to date masih melemah 1,47%. Pada saat yang sama, saham PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) turut menarik minat asing dengan pembelian bersih Rp13,62 miliar. Saham SUPA melonjak 2,25% ke level Rp1.155 per saham dan telah menguat 23,53% sejak awal tahun.
Investor Asing Tetap Mengoleksi Saham BTN
Investor asing juga mencatatkan pembelian bersih saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) sebesar Rp12,58 miliar. Walaupun saham BTN bergerak stagnan pada perdagangan hari itu, kinerja year to date masih menunjukkan penguatan 3,83%, sehingga tetap menjaga optimisme pelaku pasar terhadap prospek saham tersebut.
Investor Asing Melepas Saham BCA, BNI, dan BSI
Di sisi lain, investor asing melakukan aksi jual terbesar pada saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan nilai penjualan bersih Rp269,21 miliar. Tekanan jual ini mendorong saham BBCA turun 1,54% ke level Rp8.000 per saham dan mencatatkan penurunan 0,95% sejak awal tahun. Investor asing juga melepas saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) senilai Rp55,87 miliar, yang membuat saham BBNI terkoreksi 1,08% ke posisi Rp4.570 per saham. Selain itu, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) ikut dilepas dengan nilai Rp9,68 miliar dan ditutup melemah 1,33% ke level Rp2.230 per saham.
