Indeks Reksa Dana Saham Melaju Kencang dan Mengungguli IHSG pada Awal 2026

Infovesta Mencatat Indeks Reksa Dana Saham Melampaui IHSG
JAKARTA — Indeks reksa dana saham mencatatkan kinerja impresif pada awal 2026 dan melampaui pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan. PT Infovesta Utama melaporkan Infovesta Equity Fund Index meningkat 1,91% dalam sepekan terakhir. Secara year to date, indeks tersebut naik 6,47%, lebih tinggi dibandingkan IHSG yang menguat 4,96% pada periode yang sama.
Kinerja ini sekaligus menegaskan daya tarik reksa dana saham di tengah dinamika pasar keuangan domestik. Dibandingkan dengan indeks reksa dana lainnya, performa reksa dana saham berada di posisi teratas dan menunjukkan akselerasi paling kuat.
Indeks Reksa Dana Saham Mengungguli Kelas Aset Lain
Infovesta mencatat Infovesta Balanced Fund Index hanya tumbuh 3,59% secara year to date. Sementara itu, Infovesta Money Market Fund Index naik terbatas sebesar 0,19% dan Infovesta Fixed Income Fund Index tercatat stagnan. Perbedaan kinerja tersebut memperlihatkan investor semakin agresif memanfaatkan peluang di pasar saham melalui instrumen reksa dana.
Kenaikan indeks reksa dana saham berjalan seiring dengan meningkatnya nilai aktiva bersih sejumlah produk unggulan. Lonjakan NAV menjadi indikator kuat bahwa manajer investasi mampu memaksimalkan momentum pasar sejak awal tahun.
Lima Produk Reksa Dana Saham Mencetak Imbal Hasil Tertinggi
Berdasarkan data Infovesta Utama, lima produk reksa dana saham membukukan return tertinggi sepanjang 1–15 Januari 2026. OSO Andalas Equity Fund memimpin dengan kenaikan 28,2%, disusul OSO Flores Equity Fund yang naik 22,24%. Pinnacle Dana Prima mencatatkan kenaikan 21,03%, sementara MNC Dana Ekuitas menguat 17,84% dan Pool Advista Kapital Optimal meningkat 16,92%.
Hingga Desember 2025, MNC Dana Ekuitas tercatat memegang portofolio saham yang mencakup BMRI, MINA, DEWA, BGTG, ICBP, RAJA, FILM, IATA, MMLP, dan RATU. Komposisi tersebut turut menopang kinerja positif reksa dana tersebut.
Infovesta Memprediksi Pasar Saham Menguat Terbatas
Tim analis Infovesta Utama menyampaikan pasar akan mencermati sejumlah rilis data penting dalam waktu dekat. Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang diumumkan melalui hasil Rapat Dewan Gubernur pada 21 Januari 2026. Dari global, perhatian tertuju pada rilis produk domestik bruto Amerika Serikat dan core PCE price index.
Infovesta menilai pasar saham berpotensi menguat secara terbatas seiring masuknya aliran dana asing. Dalam kondisi tersebut, investor dinilai masih dapat memanfaatkan strategi buy on weakness pada saham berkapitalisasi besar dengan valuasi undervalued.
