Saham INCO hingga BRPT Menekan Indeks Bisnis-27 ke Zona Merah

Pelemahan saham unggulan menyeret Indeks Bisnis-27 turun pada perdagangan Selasa
Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan di zona merah pada Selasa (20/1/2026) setelah sejumlah saham berkapitalisasi besar mencatat pelemahan signifikan. Tekanan jual pada saham-saham unggulan membuat indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dan Harian Bisnis Indonesia ini tidak mampu mempertahankan penguatan sejak awal sesi.
Berdasarkan data BEI, Indeks Bisnis-27 turun 0,27% atau 1,58 poin ke level 573,51. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 571,92 hingga 579,61. Dari total 27 konstituen, sebanyak 12 saham ditutup di zona merah, sementara 15 saham lainnya masih mampu mencatatkan penguatan.
Saham INCO dan KLBF memimpin tekanan terhadap kinerja indeks
Saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menjadi penekan terbesar terhadap Indeks Bisnis-27 setelah turun 2,73% atau 175 poin ke level Rp6.225 per saham. Pelemahan ini diikuti saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang terkoreksi 2,06% ke posisi Rp1.190 per saham.
Tekanan jual juga melanda saham-saham berkapitalisasi besar lainnya. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) turun 1,83% ke level Rp6.700, sementara saham PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 1,69% ke posisi Rp7.275. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turut tertekan dengan penurunan 1,69% ke level Rp2.900 per saham.
Saham ADMR, JPFA, dan NCKL menopang kenaikan di tengah koreksi
Di tengah tekanan pada indeks, sejumlah saham justru mencatat penguatan signifikan. Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) memimpin penguatan dengan lonjakan 6,46% ke level Rp2.060 per saham. Kenaikan ini mencerminkan minat beli investor yang masih selektif pada sektor tertentu.
Selain itu, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menguat 5,40% ke level Rp2.930, diikuti saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang naik 3,94% ke posisi Rp1.450 per saham. Penguatan saham-saham tersebut membantu menahan penurunan indeks agar tidak lebih dalam.
IHSG tetap bertahan menguat tipis di tengah tekanan sektoral
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan berhasil ditutup menguat tipis 0,01% ke level 9.134 pada perdagangan yang sama. IHSG bergerak di kisaran 9.120 hingga 9.174 sepanjang sesi, dengan 336 saham menguat, 323 saham melemah, dan 143 saham stagnan.
Kapitalisasi pasar IHSG tercatat mencapai Rp16.590 triliun. Pergerakan ini menunjukkan pasar saham domestik masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan selektif, seiring investor mencermati dinamika saham-saham unggulan dan sentimen pasar yang berkembang.
