IHSG Mencetak Rekor Tertinggi Baru ke Level 9.134 Didorong Lonjakan Saham Emas

Penguatan saham emas mendorong IHSG mencetak all time high pada perdagangan Selasa
Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa (20/1/2026) seiring menguatnya saham-saham berbasis komoditas emas. Kinerja positif sektor ini menjadi motor utama yang mengangkat indeks ke level baru meski pergerakan harian relatif terbatas.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup menguat tipis 0,01% atau bertambah 0,82 poin ke posisi 9.134,70. Sejak pembukaan, indeks bergerak fluktuatif dengan dibuka di level 9.156,18 dan sempat menyentuh puncak intraday di 9.174,47 sebelum akhirnya stabil hingga penutupan.
Lonjakan sektor basic material mengangkat kinerja indeks komposit
Kenaikan IHSG terutama ditopang oleh lonjakan sektor basic material yang mencerminkan reli saham komoditas emas. Sektor ini melonjak 2,49% ke level 2.389,38 dan menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan pasar secara keseluruhan.
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (EMAS) mencatatkan kenaikan paling signifikan setelah melesat 18,18% ke level Rp6.500 per saham. Penguatan saham emas juga berlanjut pada PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang naik 6,50% ke Rp1.310, diikuti PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) yang menguat 6,04% ke Rp2.020, serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) yang meningkat 5,65% ke Rp655 per saham.
Saham berkapitalisasi besar bergerak bervariasi di tengah reli indeks
Di jajaran saham berkapitalisasi jumbo, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turut mencatatkan penguatan 0,50% ke level Rp5.025 per saham. Sementara itu, saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) naik 0,33% ke posisi Rp221.250 per saham.
Namun, tekanan jual masih muncul pada sejumlah saham tertentu. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) terkoreksi tajam 10,59% ke level Rp102.000, sedangkan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) melemah 4,37% ke posisi Rp12.575 per saham.
Aktivitas perdagangan mencerminkan minat selektif investor
Sepanjang perdagangan, tercatat 336 saham menguat, 323 saham melemah, dan 143 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp16.590 triliun, menegaskan nilai pasar yang terus berkembang di tengah volatilitas.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyampaikan bahwa IHSG sempat menguat lebih tinggi pada sesi pertama. Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan kelanjutan histogram positif, sementara stochastic RSI berada di area jenuh beli. Kondisi tersebut membuka peluang pergerakan indeks dalam kisaran 9.125 hingga 9.200 pada lanjutan perdagangan.
