Investor Besar Mengurangi Kepemilikan Saham MDKA dan BRMS di Tengah Lonjakan Harga Emas

Investor Mengurangi Porsi Saham MDKA dan BRMS Meski Harga Terus Menguat
Investor dengan kepemilikan di atas lima persen tercatat mengurangi muatan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. di tengah tren penguatan harga emas global. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia per 20 Januari 2026 menunjukkan aksi pelepasan saham terjadi pada kedua emiten tambang emas tersebut, meskipun kinerja harga saham sepanjang awal tahun masih berada di zona positif.
Pada saham MDKA, PT Suwarna Arta Mandiri melepas sekitar 2,6 juta lembar saham. Transaksi tersebut menurunkan porsi kepemilikan menjadi 5,46 persen atau setara 1,33 miliar lembar dari sebelumnya 1,34 miliar lembar. Langkah ini menandai penyesuaian portofolio investor besar di tengah reli harga saham MDKA sejak awal tahun.
CGS International Menurunkan Kepemilikan Saham BRMS
Aksi serupa juga terjadi pada saham BRMS. CGS International Sekuritas Indonesia tercatat mengurangi kepemilikan sebanyak 560,02 juta lembar saham. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan CGS International turun menjadi 7,43 miliar lembar atau setara 5,25 persen dari sebelumnya 5,65 persen. Penurunan porsi ini terjadi saat saham BRMS tetap bergerak menguat di lantai bursa.
Pada penutupan perdagangan Rabu (21/1/2026), saham MDKA berada di level Rp3.310 per lembar. Dengan posisi tersebut, saham MDKA telah melonjak 42,06 persen sejak awal 2026. Sementara itu, saham BRMS ditutup di harga Rp1.265 dan telah menguat 7,20 persen secara year to date.
Reli Harga Emas Menjadi Penopang Sentimen Emiten Tambang
Penguatan harga emas global terus menjadi katalis positif bagi saham-saham emiten tambang emas. Analis Riset MNC Sekuritas Raka Junico menilai harga emas masih memiliki ruang kenaikan signifikan hingga tahun fiskal 2026. Menurutnya, tren tersebut didorong oleh akumulasi emas oleh bank sentral dunia serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve.
Raka menilai ketidakpastian global dan potensi sikap dovish The Fed akan menjaga momentum bullish harga emas. Ekspektasi pemangkasan suku bunga dan peluang reaktivasi quantitative easing memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Dalam skenario dasar MNC Sekuritas, harga emas diproyeksikan bergerak hingga US$4.800 per troy ons pada 2026, dengan asumsi kondisi makro global tetap berhati-hati dan pembelian emas bank sentral berlanjut di atas tren historis.
