Saham UNTR, ASII, dan BUMI Menekan Indeks Bisnis-27 ke Zona Merah

Pelemahan saham unggulan menyeret Indeks Bisnis-27 sepanjang perdagangan
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan di zona merah pada Rabu (21/1/2026) setelah tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar semakin menguat sejak awal sesi. Pelemahan saham PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Astra International Tbk. (ASII), dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi faktor utama yang mendorong indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dan Harian Bisnis Indonesia tersebut terkoreksi signifikan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Indeks Bisnis-27 melemah 2,20% ke level 560,92. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 557,41 hingga 557,94, mencerminkan tekanan jual yang relatif konsisten hingga penutupan pasar.
UNTR dan ASII mencatatkan penurunan terdalam di antara konstituen indeks
Dari 27 saham anggota Indeks Bisnis-27, sebanyak 11 saham berakhir di zona merah, sementara 13 saham mampu menguat dan tiga saham lainnya stagnan. Saham UNTR menjadi pemberat terbesar setelah anjlok 14,93% atau turun 4.775 poin ke level Rp27.200 per saham. Tekanan tersebut menempatkan UNTR sebagai saham dengan penurunan terdalam pada indeks ini.
Tekanan jual juga membayangi saham ASII yang ditutup melemah 9,28% ke level Rp6.600 per saham. Selain itu, saham BUMI turun 6,76% ke posisi Rp386 per saham, disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang terkoreksi 3,75% ke level Rp7.700 per saham. Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) turut melemah 2,91% ke level Rp2.000 per saham.
Penguatan saham tambang menopang pergerakan terbatas indeks
Di tengah pelemahan mayoritas saham unggulan, sejumlah emiten masih mampu mencatatkan penguatan. Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) memimpin penguatan setelah naik 3,64% ke level Rp4.270 per saham. Selanjutnya, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menguat 3,61% ke level Rp6.450 per saham, sementara saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) naik 2,16% ke posisi Rp1.420 per saham.
Namun demikian, penguatan tersebut belum mampu mengimbangi tekanan dari saham-saham berkapitalisasi besar yang mendominasi pergerakan Indeks Bisnis-27.
IHSG melemah seiring dominasi saham turun di pasar reguler
Sejalan dengan pelemahan Indeks Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan juga ditutup terkoreksi 1,36% ke level 9.010,33. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 8.977 hingga 9.105. Tercatat sebanyak 546 saham melemah, 179 saham menguat, dan 77 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat berada di level Rp16.405 triliun.
