Investor Asing Kompak Melepas Sejumlah Saham Saat IHSG Cetak Rekor Baru

IHSG Mencetak Rekor Tertinggi dengan Menembus Level Psikologis 9.000
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan sejarah baru pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. Untuk pertama kalinya, IHSG berhasil menembus level psikologis 9.000 setelah melonjak 0,94% dan berakhir di posisi 9.032,58. Kenaikan ini menandai penguatan signifikan pasar saham di tengah aktivitas transaksi yang tetap ramai.
Sepanjang perdagangan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp29,30 triliun. Sebanyak 64,37 miliar saham berpindah tangan melalui 3,43 juta kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 440 saham menguat, 240 saham melemah, sementara 128 saham bergerak stagnan.
Investor Asing Membukukan Beli Bersih Jumbo di Seluruh Pasar
Di tengah lonjakan indeks, investor asing terpantau masih mencatatkan aksi beli bersih dalam jumlah besar. Total net buy asing di seluruh pasar mencapai Rp1,16 triliun. Rinciannya, investor asing membukukan beli bersih Rp1,10 triliun di pasar reguler serta Rp63,36 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Aksi beli bersih ini mencerminkan masih kuatnya minat investor global terhadap pasar saham domestik, meskipun volatilitas tetap menyertai pergerakan indeks yang berada di level tertinggi sepanjang sejarah.
Investor Asing Melepas Saham-Saham Tertentu di Tengah Penguatan Pasar
Meski secara keseluruhan mencatatkan beli bersih, investor asing juga terlihat melakukan aksi jual pada sejumlah saham tertentu. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham dengan nilai net foreign sell terbesar, yakni mencapai Rp224,83 miliar.
Aksi jual asing selanjutnya terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan nilai Rp220,52 miliar. Tekanan jual juga tercatat pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp91,27 miliar, seiring dengan rotasi portofolio investor di tengah reli pasar.
Daftar Saham dengan Tekanan Jual Asing Terbesar
Selain BBCA, BUMI, dan BMRI, investor asing juga melepas saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) senilai Rp82,57 miliar serta PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) sebesar Rp71,08 miliar. Tekanan jual berlanjut pada saham PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), PT Petrosea Tbk. (PTRO), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN).
Pergerakan ini menunjukkan bahwa di balik penguatan IHSG ke level rekor, investor asing tetap selektif dan aktif melakukan penyesuaian portofolio sesuai strategi masing-masing.
