IHSG Melonjak Lebih dari 1% Saat Asing Kembali Memborong Saham Emiten Konglomerat

IHSG Menembus Level 9.000 pada Perdagangan Sesi Kedua
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan berhasil melanjutkan penguatan signifikan pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. Memasuki awal sesi kedua, IHSG melesat 1,04% atau naik 92,79 poin ke level 9.041,79, sekaligus menembus area resistance psikologis 9.000 yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.
Penguatan indeks berlangsung seiring meningkatnya aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia. Hingga pukul 13.43 WIB, pasar mencatat 429 saham menguat, 230 saham melemah, dan 148 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp17,69 triliun dengan volume perdagangan 41,27 miliar saham dalam 2,12 juta transaksi, sementara kapitalisasi pasar mendekati Rp16.466 triliun.
Investor Memburu Saham Komoditas dan Emiten Berkapitalisasi Besar
Aksi beli investor terkonsentrasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar dan emiten berbasis komoditas. Enam saham yang mencatat transaksi paling ramai antara lain Bumi Resources, Aneka Tambang, GoTo Gojek Tokopedia, Merdeka Battery Materials, Archi Indonesia, dan Darma Henwa. Total transaksi pada saham-saham tersebut menembus Rp12 triliun atau setara lebih dari dua pertiga nilai perdagangan harian.
Saham BUMI menguat 2,96% ke level 418, ANTM melonjak 5,93% ke 4.110, sementara GOTO naik 5,97% ke posisi 71 per saham. Penguatan ini mencerminkan minat investor yang kembali meningkat setelah pasar bergerak volatil dalam beberapa hari terakhir.
Aliran Dana Asing Mengalir Masuk ke Pasar Saham Indonesia
Pasar modal domestik turut memperoleh dorongan dari kembalinya aliran dana asing. Sepanjang sesi pertama perdagangan, investor asing membukukan pembelian sebesar Rp4,9 triliun dan penjualan Rp4,2 triliun, sehingga menghasilkan net buy Rp712,3 miliar.
Saham Archi Indonesia mencatat net buy terbesar asing senilai Rp235,4 miliar dan melonjak 11,11% ke level 1.950. Saham Aneka Tambang juga menarik minat besar dengan net buy Rp186,6 miliar dan penguatan 5,41% ke 4.090. Selain itu, saham Vale Indonesia, Bumi Resources Minerals, dan J Resources Asia Pasifik turut masuk dalam daftar incaran investor global.
Saham Konglomerat Menopang IHSG di Tengah Sentimen Global
Penguatan IHSG juga mendapat dukungan dari saham-saham milik kelompok konglomerat. Emiten Grup Barito, Grup Sinar Mas, serta Grup Bakrie tampil sebagai penopang utama pergerakan indeks setelah sebelumnya diperdagangkan fluktuatif.
Di sisi eksternal, bursa Asia bergerak beragam meski indeks Nikkei 225 Jepang kembali mencetak rekor tertinggi. Dari dalam negeri, rencana pemerintah menyiapkan insentif transportasi untuk mudik Lebaran 2026 turut menjaga optimisme pasar terhadap prospek konsumsi dan pertumbuhan ekonomi.
