Asing Diam-Diam Melepas Saham Saat IHSG Mencetak Rekor Penutupan

IHSG Menguat dan Mencatat Rekor Tertinggi Baru
Indeks Harga Saham Gabungan kembali menorehkan capaian bersejarah pada akhir pekan perdagangan yang berlangsung lebih singkat. Menjelang libur Isra Mikraj, IHSG ditutup menguat 0,47% ke level 9.075,46 pada Kamis, 15 Januari 2026. Penutupan tersebut sekaligus mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarah perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Bahkan, pada perdagangan intraday di hari yang sama, IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.100 sebelum akhirnya bergerak stabil hingga penutupan.
Penguatan ini tidak terjadi secara sesaat. Sepanjang empat hari perdagangan dalam sepekan yang lebih singkat, IHSG secara kumulatif mencatat kenaikan 1,68%. Performa ini mencerminkan optimisme pasar yang tetap terjaga meskipun dinamika global masih berlangsung.
Investor Asing Mengguyur Pasar dengan Aksi Beli Jumbo
Di tengah reli indeks, investor asing justru menunjukkan aktivitas agresif di pasar saham domestik. Sepanjang pekan lalu, investor asing membukukan pembelian bersih atau net buy senilai Rp4,46 triliun di seluruh pasar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp3,23 triliun mengalir ke pasar reguler, sementara Rp1,23 triliun masuk melalui pasar negosiasi dan tunai.
Arus dana asing yang deras ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang penguatan IHSG hingga mencetak rekor baru. Minat beli yang kuat menunjukkan kepercayaan investor global terhadap prospek pasar modal Indonesia di awal 2026.
Asing Melepas Sejumlah Saham di Tengah Euforia Pasar
Meski mencatatkan net buy jumbo secara keseluruhan, investor asing ternyata secara selektif juga melakukan aksi jual pada sejumlah saham. Beberapa emiten justru menjadi sasaran pelepasan saham terbesar selama pekan perdagangan tersebut.
PT Bumi Resources Tbk tercatat sebagai saham dengan net foreign sell terbesar mencapai Rp974,7 miliar. Di posisi berikutnya, PT Bank Central Asia Tbk dilepas asing senilai Rp659,1 miliar. Saham lain yang turut mengalami tekanan jual asing antara lain PT Rukun Raharja Tbk, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, hingga PT Sinar Mas Multiartha Tbk dengan nilai ratusan miliar rupiah.
Aksi jual ini mengindikasikan adanya strategi rotasi portofolio di tengah kenaikan indeks. Investor asing tampak merealisasikan keuntungan pada saham-saham tertentu, sembari tetap menjaga eksposur di pasar secara keseluruhan.
Strategi Selektif Warnai Pergerakan Pasar Saham
Fenomena pembelian jumbo yang dibarengi aksi jual selektif menunjukkan bahwa reli IHSG tidak berlangsung merata di seluruh saham. Investor, khususnya asing, menerapkan pendekatan yang lebih berhati-hati dengan memilah emiten berdasarkan prospek dan valuasi.
Kondisi ini menegaskan bahwa meskipun indeks mencetak rekor, dinamika perdagangan saham tetap dipengaruhi strategi individual pelaku pasar. Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan akan terus diwarnai aksi selektif seiring investor mencermati sentimen global dan domestik.
