IHSG Bertahan di Atas 9.000 Saat Bank BUMN Menguatkan Pasar

Penguatan Indeks Menegaskan Optimisme Investor di Bursa
Indeks Harga Saham Gabungan kembali menguat dan bertahan di atas level psikologis 9.000 pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. Layar perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, menampilkan pergerakan positif indeks yang mencerminkan meningkatnya optimisme investor. Sepanjang sesi, IHSG mencatatkan aktivitas transaksi yang ramai dengan nilai mencapai Rp28,25 triliun, melibatkan 50,63 miliar saham dalam 3,37 juta kali transaksi. Secara keseluruhan, sebanyak 339 saham bergerak naik, sementara 331 saham terkoreksi dan sisanya stagnan.
Kapitalisasi Pasar Naik dan Sektor Finansial Menggerakkan Indeks
Penguatan indeks mendorong kapitalisasi pasar menembus Rp16.472 triliun atau mendekati US$1 miliar. Capaian ini melanjutkan momentum sehari sebelumnya ketika IHSG untuk pertama kalinya ditutup di level 9.000. Sektor konsumer nonprimer dan sektor finansial tampil sebagai motor utama penggerak indeks, sementara sektor infrastruktur dan barang baku justru mencatatkan koreksi terdalam pada hari yang sama.
Bank BUMN Menopang IHSG Lewat Kenaikan Saham Signifikan
Saham perbankan milik negara menjadi penopang utama penguatan IHSG. Bank Rakyat Indonesia melonjak 2,69% ke level Rp3.820 per saham dan menyumbang 15,72 poin terhadap indeks. Bank Mandiri menyusul dengan kenaikan 3,10% ke Rp4.990 per saham dan memberikan kontribusi 11,65 poin. Kinerja positif kedua bank ini memperkuat pergerakan indeks di tengah fluktuasi sektor lain di pasar.
Dividen Interim Mendorong Minat Investor pada Saham Bank
Penguatan saham BBRI dan BMRI terjadi setelah kedua emiten menuntaskan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. BBRI membagikan dividen sebesar Rp137 per saham, sementara BMRI menyalurkan Rp100 per saham kepada pemegang saham yang berhak. Di sisi lain, saham-saham milik konglomerat justru menjadi pemberat indeks, dengan tekanan terbesar datang dari saham BREN dan BUMI.
Pasar Menyikapi Libur Panjang dan Tekanan Nilai Tukar
Perdagangan pekan kedua Januari 2026 berlangsung lebih singkat karena pasar keuangan libur pada Jumat untuk memperingati Isra Mi’raj. Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar juga mencermati tekanan pada nilai tukar rupiah. Di pasar fisik, harga jual dolar AS di sejumlah money changer Jakarta menembus Rp17.000, mencerminkan lonjakan permintaan valuta asing untuk kebutuhan lindung nilai dan impor.
