Emiten Ini Menyiapkan Rights Issue Rp181 Triliun Usai Diambil Alih Raksasa China

Akuisisi Ruby Mining Mengerek Saham KDTN Secara Tajam
Saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) melonjak signifikan setelah perusahaan mengumumkan rencana pengambilalihan mayoritas saham oleh Ruby Mining Ltd. Perusahaan asal China tersebut merupakan anak usaha Huayou Holdings Group, pemain besar industri nikel dan material baterai global. Pengumuman akuisisi ini langsung memicu lonjakan minat investor terhadap saham KDTN di pasar modal.
Indonesia Menjadi Magnet Investasi Industri Nikel Global
Indonesia menempati posisi produsen nikel terbesar di dunia dengan kontribusi lebih dari 50 persen pasokan global. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai tulang punggung rantai pasok baterai dan kendaraan listrik dunia. Dukungan kebijakan pemerintah melalui hilirisasi, larangan ekspor bijih mentah, serta penetapan proyek strategis nasional mempercepat transformasi industri nikel bernilai tambah tinggi di dalam negeri.
Kebutuhan Baterai Mendorong Lonjakan Permintaan Nikel
Permintaan nikel global terus meningkat seiring pertumbuhan kendaraan listrik, ekspansi sistem penyimpanan energi, serta kebutuhan material baterai berbasis katoda kaya nikel. Lembaga internasional memproyeksikan 40 hingga 50 persen konsumsi nikel global ke depan akan berasal dari sektor baterai, menggantikan dominasi industri baja tahan karat.
Ruby Mining Mengambil Alih 86 Persen Saham KDTN
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Ruby Mining Ltd berencana menguasai sekitar 86 persen saham KDTN dan menetapkan Huayou sebagai pengendali baru perseroan. Manajemen menargetkan proses akuisisi rampung pada kuartal III 2026 setelah menyelesaikan uji tuntas dan memenuhi seluruh regulasi pasar modal.
Pasar Mencermati Wacana Rights Issue Jumbo Rp181 Triliun
Seiring mencuatnya rencana akuisisi, saham KDTN tercatat melonjak hingga 867 persen dalam enam bulan terakhir. Di tengah reli harga tersebut, pasar juga menyoroti wacana rights issue super jumbo senilai sekitar Rp181 triliun. Dana tersebut diperkirakan akan digunakan untuk injeksi aset, pengembangan proyek nikel, serta ekspansi bisnis terintegrasi Huayou di Indonesia.
KDTN Membuka Peluang Transformasi Bisnis Strategis
Manajemen KDTN menyatakan bahwa perubahan pengendali membuka peluang diversifikasi usaha menuju sektor pertambangan dan material nikel. Langkah ini berpotensi mentransformasi KDTN dari emiten perhotelan menjadi perusahaan dengan eksposur langsung pada industri nikel dan baterai kendaraan listrik, salah satu sektor pertumbuhan global paling agresif saat ini.
