Emiten Binaan Astra ISAP Dirumorkan Diakuisisi China dan Beralih ke Bisnis Nikel

Rumor Akuisisi China Mengerek Perhatian Pasar terhadap ISAP
PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP), emiten manufaktur binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra dan Astra Mitra Ventura, menjadi sorotan pelaku pasar setelah muncul rumor perubahan arah bisnis ke sektor nikel. Isu ini berkembang seiring kabar bahwa ISAP disebut-sebut menjadi target akuisisi perusahaan nikel asal China. Sentimen tersebut langsung memicu reaksi pasar, tercermin dari lonjakan harga saham ISAP yang mengalami Auto Reject Atas dalam dua hari perdagangan terakhir pada pekan lalu.
Sentimen Nikel Global Mendorong Narasi Korporasi ISAP
Rumor aksi korporasi ISAP menguat di tengah meningkatnya minat global terhadap nikel, terutama sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Indonesia yang berstatus sebagai produsen nikel terbesar dunia menempatkan komoditas ini sebagai agenda strategis nasional. Kondisi tersebut membuat setiap emiten yang dikaitkan dengan narasi nikel langsung mendapatkan perhatian investor, baik dari sisi likuiditas maupun potensi revaluasi saham.
Analis Menilai ISAP Masuk Radar Investor Nikel
Pengamat pasar Purwito Sudjatmiko menilai bahwa sentimen nikel memberikan efek langsung di pasar modal. Ia menyebut emiten dengan cerita nikel hampir selalu memperoleh atensi besar dari investor. Dalam konteks ini, ISAP dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena kapitalisasi pasarnya masih relatif kecil, sehingga menyimpan potensi story value yang besar apabila benar-benar masuk ke ekosistem nikel nasional.
Perusahaan Nikel China Terus Agresif Masuk Indonesia
Masuknya investor nikel asal China ke Indonesia bukanlah fenomena baru. Perusahaan-perusahaan tersebut secara agresif memperluas eksistensi melalui akuisisi, pembentukan usaha patungan, hingga penyertaan modal strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku baterai kendaraan listrik. Dalam banyak kasus, mengakuisisi emiten lokal dinilai sebagai jalur tercepat untuk masuk ke proyek hilirisasi sekaligus ke pasar modal Indonesia.
Profil Manufaktur ISAP Dinilai Relevan untuk Ekspansi Nikel
ISAP dipandang memiliki karakteristik yang sesuai untuk dijadikan kendaraan ekspansi bisnis nikel. Perseroan memiliki basis manufaktur logam dan kemampuan engineering yang relevan dengan kebutuhan industri nikel. Fleksibilitas model bisnis ini membuka peluang bagi investor strategis untuk melakukan transformasi usaha tanpa harus membangun entitas baru dari awal.
Investor Asing Diperkirakan Percepat Transformasi ISAP
Pelaku pasar menilai bahwa akuisisi ISAP akan jauh lebih efisien bagi investor asing, khususnya dari China, dibandingkan mendirikan perusahaan baru. Masuknya investor strategis diyakini dapat mempercepat perubahan arah bisnis ISAP, sekaligus membawa dukungan permodalan, transfer teknologi, dan akses pasar global yang lebih luas.
