Grab Holdings Pertebal Kepemilikan Saham Super Bank Indonesia Menjadi 13,23%

Grab Holdings melalui A5-DB Holdings Pte. Ltd kembali memperbesar kepemilikan sahamnya di PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA). Langkah korporasi ini mengerek porsi kepemilikan Grab menjadi 13,23% per Februari 2026, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan teknologi tersebut dalam pengembangan bank digital di Indonesia.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis, 5 Februari 2026, A5-DB Holdings mencatat peningkatan jumlah saham SUPA dari sebelumnya 3,76 miliar saham atau setara 11,10% hak suara menjadi 4,49 miliar saham. Dengan demikian, Grab menambah sekitar 724,17 juta saham dalam transaksi terbarunya.
Grab Menggelontorkan Dana Ratusan Miliar Rupiah untuk Aksi Akuisisi Saham
Penambahan kepemilikan tersebut dilakukan melalui serangkaian transaksi pada pertengahan Januari 2026. Dalam periode 14 hingga 19 Januari 2026, A5-DB Holdings membeli saham SUPA secara bertahap di pasar dengan nilai total sekitar Rp382,07 miliar. Aksi ini memperkuat posisi Grab sebagai salah satu pemegang saham signifikan di Super Bank Indonesia.
Sebelumnya, Grab juga telah meningkatkan kepemilikan saham SUPA dari 10,03% menjadi 11,10%. Pada tahap tersebut, A5-DB Holdings membeli 209 juta saham pada 14 Januari 2026 dengan harga Rp1.035 per saham. Sehari setelahnya, perusahaan kembali memborong 103,42 juta saham di harga Rp1.062 per saham, lalu menambah 50,3 juta saham pada 19 Januari 2026 dengan harga Rp1.112 per saham.
Grab Menegaskan Tidak Terlibat dalam Manajemen Superbank
Meski kepemilikan saham terus bertambah, A5-DB Holdings menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki keterlibatan langsung dalam struktur manajemen Super Bank Indonesia. Grab menyatakan tidak menempatkan perwakilan sebagai anggota Direksi maupun Dewan Komisaris SUPA.
Langkah akumulasi saham ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang Grab dalam memperluas ekosistem layanan keuangan digital. Dengan meningkatnya kepemilikan, Grab berpotensi memperkuat sinergi antara layanan teknologi finansial dan perbankan digital yang menyasar segmen masyarakat luas.
Super Bank Indonesia sendiri tengah memanfaatkan dana hasil penawaran umum perdana saham atau IPO untuk memperluas penyaluran kredit dan memperkuat fundamental bisnis. Kehadiran investor strategis seperti Grab diharapkan mampu mendorong akselerasi pertumbuhan bank digital tersebut di tengah persaingan industri perbankan nasional.
