Manulife Aset Manajemen Indonesia Membidik Saham Sektor Andalan Usai IHSG Diguncang MSCI

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyesuaikan strategi investasinya dengan memfokuskan portofolio pada sektor saham tertentu di tengah tekanan pasar yang dipicu dinamika global. Langkah ini diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami guncangan akibat keputusan MSCI Inc. yang membekukan rebalancing saham Indonesia.
Chief Investment Officer Equity Manulife Aset Manajemen Indonesia Samuel Kesuma menyampaikan bahwa perusahaan melihat peluang pada saham-saham berfundamental kuat yang kini diperdagangkan pada valuasi lebih menarik. Kondisi pasar yang volatil justru membuka ruang bagi manajer investasi untuk mengoptimalkan imbal hasil jangka panjang melalui pemilihan sektor yang tepat.
Manulife Memfokuskan Investasi pada Sektor Konsumer, Finansial, dan Material
Samuel menegaskan bahwa MAMI secara selektif mengarahkan investasi ke sektor konsumer, finansial, dan material. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki daya tahan yang relatif kuat di tengah ketidakpastian ekonomi serta menawarkan profil risiko dan imbal hasil yang seimbang bagi investor.
Menurutnya, setiap saham yang masuk ke dalam portofolio MAMI telah melalui proses seleksi ketat berbasis riset fundamental dan disiplin valuasi. Pendekatan ini bertujuan memastikan portofolio tetap selaras dengan karakteristik masing-masing produk investasi yang dikelola.
Reksa Dana Saham Manulife Terdampak Koreksi Pasar Akibat Kebijakan MSCI
Salah satu produk unggulan MAMI, yakni Manulife Dana Saham Kelas A, mencatat koreksi sebesar 5,13% pada periode 27 Januari hingga 2 Februari 2026. Periode tersebut bertepatan dengan pengumuman MSCI yang membekukan rebalancing saham Indonesia, sehingga memicu tekanan di pasar saham domestik.
Dalam laporan fund fact sheet, reksa dana ini mengalokasikan sekitar 90,24% asetnya ke saham dan 9,76% ke instrumen pasar uang. Saham-saham dengan porsi terbesar antara lain BBCA, bank-bank BUMN, ASII, TLKM, ICBP, INDF, hingga BRPT.
Manulife Memanfaatkan Koreksi Pasar untuk Memperkuat Portofolio Jangka Panjang
Berdasarkan komposisi sektoral, portofolio Manulife Dana Saham Kelas A didominasi sektor keuangan sebesar 36,62%, diikuti sektor material 14,19% dan layanan komunikasi 13,06%. Komposisi ini sejalan dengan rencana MAMI untuk meningkatkan eksposur pada sektor-sektor tersebut secara bertahap.
Samuel menilai koreksi pasar saat ini menjadi momentum strategis untuk menambah bobot saham berfundamental kuat yang tengah berada di valuasi atraktif. Ia meyakini bahwa ketika sentimen pasar membaik, saham-saham berkualitas memiliki potensi pemulihan yang signifikan dan berpeluang mengungguli kinerja pasar secara keseluruhan.
Secara umum, MAMI memandang langkah reformasi pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia dapat memberikan dampak konstruktif bagi pasar saham nasional serta meningkatkan kepercayaan investor global ke depan.
