Bank Mandiri Membagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun untuk Menopang Likuiditas Saham

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. membagikan dividen interim senilai Rp9,3 triliun kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Kebijakan ini langsung memperkuat sentimen pasar sekaligus menjaga likuiditas perdagangan saham Bank Mandiri agar tetap berada pada level yang sehat. Manajemen menilai pembagian dividen interim juga mencerminkan fundamental keuangan perseroan yang solid di tengah dinamika pasar.
Pada perdagangan Kamis (5/2/2026), saham Bank Mandiri tercatat menguat 1% atau naik 50 poin ke level Rp5.050 per saham. Meski demikian, secara year to date saham BMRI masih melemah tipis 0,98%. Respons pasar tersebut menunjukkan perhatian investor terhadap kebijakan dividen interim yang dinilai sebagai sinyal kepercayaan diri manajemen terhadap kinerja keuangan perseroan.
Manajemen Menilai Dividen Interim Mencerminkan Fundamental Keuangan Solid
Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyampaikan bahwa realisasi dividen interim menjadi perhatian penting bagi pasar karena mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang kuat. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak jangka pendek terhadap pergerakan saham, tetapi juga menjadi dasar evaluasi untuk perumusan kebijakan dividen berikutnya.
Manajemen membuka peluang untuk kembali mempertimbangkan pembagian dividen interim pada periode mendatang. Namun, Bank Mandiri tetap akan mendasarkan keputusan tersebut pada kinerja keuangan, kecukupan permodalan, serta kondisi likuiditas perseroan. Pendekatan ini dilakukan agar kebijakan dividen tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan bisnis.
Bank Mandiri Menyalurkan Dividen Rp100 per Saham kepada Pemegang Saham
Berdasarkan persetujuan dewan komisaris atas keputusan direksi pada 18 Desember 2025, Bank Mandiri menetapkan dividen interim sebesar Rp100 per saham. Nilai tersebut setara dengan total Rp9,3 triliun, menyesuaikan jumlah saham beredar sebanyak 93,33 miliar lembar dan memperhitungkan saham treasury hasil pembelian kembali.
Kebijakan ini mempertegas komitmen Bank Mandiri dalam memberikan imbal hasil yang konsisten kepada para pemegang saham, sekaligus menjaga keseimbangan antara distribusi laba dan penguatan struktur keuangan perusahaan.
Bank Mandiri Mencatat Pembagian Dividen Rp225 Triliun dalam 25 Tahun
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan bahwa perseroan secara konsisten menjalankan peran sebagai bank nasional yang berkontribusi bagi negara dan masyarakat. Selama 25 tahun terakhir, Bank Mandiri telah membagikan dividen dengan total nilai mencapai Rp225 triliun.
Pada tahun 2025, dividen Bank Mandiri tercatat mencapai Rp52,5 triliun, yang berasal dari laba tahun buku 2024 serta dividen interim atas laba 2025 yang telah dibayarkan pada Januari 2026. Selain dividen, Bank Mandiri juga mencatat kontribusi pajak kumulatif sebesar Rp277 triliun sejak tahun 2000 hingga 2025, mempertegas peran perseroan dalam memperkuat fondasi fiskal nasional.
