Indeks Bisnis-27 Mengikuti Pelemahan IHSG dan Ditutup Turun 0,22 Persen

Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan di zona merah pada Kamis (5/2/2026) seiring dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan. Indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dan harian Bisnis Indonesia tersebut turun 0,22% ke level 538,85, mencerminkan tekanan jual yang masih membayangi pasar saham domestik pada perdagangan tengah pekan.
Sepanjang sesi perdagangan, Indeks Bisnis-27 bergerak fluktuatif di rentang 538,85 hingga 546,82. Dari total 27 saham konstituen, hanya tujuh saham yang berhasil menguat, sementara tiga saham bergerak stagnan dan mayoritas lainnya, yakni 17 saham, berakhir di zona merah. Komposisi tersebut menunjukkan tekanan pasar yang relatif merata pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid.
Saham-Saham Tambang dan Energi Menekan Pergerakan Indeks
Tekanan terbesar terhadap Indeks Bisnis-27 datang dari saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. yang mencatatkan penurunan terdalam. Saham tersebut turun 6,25% ke level Rp1.800 dan menjadi kontributor utama pelemahan indeks. Penurunan ini memperbesar tekanan pada sektor berbasis komoditas yang sebelumnya sempat menopang pergerakan pasar.
Selain itu, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. juga melemah signifikan sebesar 5,07% ke posisi Rp1.310 per saham. Tekanan jual turut terjadi pada sejumlah emiten tambang dan energi lainnya, seperti PT Vale Indonesia Tbk. yang turun 4,55% ke Rp6.300, PT Aneka Tambang Tbk. yang melemah 4,51% ke Rp3.810, serta PT Medco Energi Internasional Tbk. yang terkoreksi 4,03% ke level Rp1.430 per saham.
Saham Konsumer dan Industri Menahan Penurunan Lebih Dalam
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan dan menahan penurunan indeks agar tidak lebih dalam. Saham PT Astra International Tbk. memimpin penguatan dengan naik 4,12% ke level Rp6.950 per saham. Kenaikan ini menunjukkan minat beli investor pada saham berfundamental kuat di tengah volatilitas pasar.
Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. turut menguat 2,31% ke level Rp1.770, disusul saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. yang naik 2,25% ke Rp9.100 per saham. Pergerakan saham-saham tersebut mencerminkan strategi selektif investor yang mulai masuk pada sektor defensif dan industri.
IHSG Melemah dan Kapitalisasi Pasar Menyusut
Sejalan dengan Indeks Bisnis-27, IHSG ditutup melemah 0,53% ke posisi 8.103,87. Selama perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 8.102 hingga 8.214. Data perdagangan mencatat 299 saham menguat, 349 saham melemah, dan 172 saham bergerak stagnan, dengan kapitalisasi pasar turun ke level Rp14.674 triliun.
