IHSG Menguat pada Awal Perdagangan 5 Februari 2026 Didorong Saham Berkapitalisasi Besar

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (5/2/2026) dengan penguatan seiring meningkatnya minat beli investor pada saham-saham berkapitalisasi besar. Sentimen positif ini muncul di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.02 WIB, IHSG dibuka naik 0,28% ke level 8.169,35. Pergerakan indeks mencerminkan dominasi saham yang menguat dengan total 317 saham berada di zona hijau, sementara 185 saham melemah dan 456 saham bergerak stagnan.
Saham MORA, ASII, dan BBNI Mendorong Kenaikan IHSG
Penguatan IHSG ditopang oleh kinerja saham-saham unggulan. PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) memimpin penguatan dengan kenaikan 2,43% ke level Rp7.375. Saham PT Astra International Tbk. (ASII) turut menguat 1,12% ke Rp6.750, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 0,86% ke Rp4.670.
Selain itu, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) mencatatkan kenaikan 0,84% ke Rp8.975 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menguat 0,73% ke Rp6.900. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga bergerak naik 0,60% ke Rp3.350, memperkuat sentimen positif di sektor telekomunikasi.
Saham Perbankan Menguat di Tengah Selektivitas Pasar
Sektor perbankan turut memberikan kontribusi positif pada pembukaan perdagangan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 0,64% ke Rp7.850, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguat 0,52% ke Rp3.890. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga bergerak naik 0,50% ke Rp5.025.
Namun, tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham lain. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) terkoreksi 0,94% ke Rp2.110, sedangkan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 0,58% ke Rp89.875. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga melemah 0,30% ke Rp8.175.
Analis Memproyeksikan IHSG Menguji Area Resistance
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai IHSG berpotensi melanjutkan penguatan terbatas setelah rebound pada awal pekan. Ia memproyeksikan indeks akan menguji area resistance di kisaran 8.297 hingga 8.408.
Menurutnya, perhatian investor tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 oleh Badan Pusat Statistik. Konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi melambat ke sekitar 5,0% secara tahunan dibandingkan 5,3% pada 2024, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
