Saham BBCA Menguat dan Analis Mematok Target Harga di Atas Rp10.000

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk. menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif. Saham BBCA ditutup naik 1,96% ke level Rp7.800, meskipun secara year to date masih terkoreksi 2,80%. Pergerakan ini kembali menarik perhatian pelaku pasar seiring kuatnya konsensus rekomendasi beli dari mayoritas analis.
Berdasarkan data konsensus sekuritas hingga pukul 16.00 WIB, sebanyak 36 dari 37 rumah riset merekomendasikan beli saham BBCA. Hanya satu sekuritas yang mempertahankan rekomendasi hold. Konsensus tersebut menempatkan target harga saham BBCA di level Rp10.223 untuk 12 bulan ke depan, mencerminkan potensi kenaikan yang signifikan dibandingkan harga saat ini.
Kinerja Laba dan Kredit BCA Menguat Sepanjang 2025
Dari sisi fundamental, Bank Central Asia mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 4,9% menjadi Rp57,5 triliun sepanjang 2025. Kinerja ini sejalan dengan proyeksi konsensus Bloomberg yang memperkirakan laba bersih BCA mencapai sekitar Rp57,7 triliun, naik dari estimasi realisasi 2024 di kisaran Rp54,8 triliun. Pertumbuhan laba tahunan diproyeksikan berada di kisaran 5% secara year on year.
Pertumbuhan kredit menjadi salah satu penopang utama kinerja perseroan. Secara konsolidasian, kredit BCA tumbuh 7,7% secara tahunan menjadi Rp993 triliun per Desember 2025, dengan rata-rata pertumbuhan kredit sepanjang tahun mencapai 10,8%. Penyaluran kredit tersebut tersebar ke berbagai sektor, termasuk manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, dan rumah tangga.
Likuiditas dan Profitabilitas BCA Tetap Solid
Dari sisi pendapatan, net revenue BCA pada 2025 diperkirakan mencapai Rp115,7 triliun, meningkat dibandingkan sekitar Rp107,4 triliun pada 2024. Net interest margin diproyeksikan relatif stabil dengan kecenderungan menguat dari 5,80% menjadi 5,87%. Laba per saham juga diperkirakan naik dari sekitar Rp445 pada 2024 menjadi Rp468,6 pada 2025.
Likuiditas BCA tetap sangat kuat dengan rasio dana murah atau CASA yang diproyeksikan meningkat dari 81,07% menjadi 82,36%. Sementara itu, kualitas aset diperkirakan masih terjaga meskipun rasio kredit bermasalah naik tipis ke level 1,92% pada 2025. Dari sisi profitabilitas, return on equity diproyeksikan sedikit turun menjadi 21,09%, namun tetap berada di level yang solid bagi industri perbankan.
