IHSG Menguat ke Level 8.146 Dipimpin Saham Big Caps AMMN, TPIA, dan BBCA

Saham Kapitalisasi Besar Mengangkat Kinerja IHSG di Tengah Fluktuasi Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, dengan penguatan signifikan dan bertahan di level 8.146,71. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar yang kembali menguat seiring dorongan dari saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps. Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pergerakan yang relatif dinamis sepanjang hari.
Sejak pembukaan di posisi 8.121,03, IHSG bergerak fluktuatif namun mampu menjaga tren positif hingga penutupan. Indeks bahkan sempat menyentuh level tertingginya di 8.194,68 sebelum akhirnya mengakhiri sesi dengan kenaikan 0,30 persen atau bertambah 24,11 poin. Pergerakan tersebut mencerminkan minat beli yang selektif, terutama pada saham unggulan.
Secara keseluruhan, BEI mencatat sebanyak 301 saham bergerak naik, sementara 391 saham melemah dan 125 saham stagnan. Kapitalisasi pasar ikut meningkat dan mencapai Rp14.735 triliun, menandakan nilai pasar yang tetap solid di tengah volatilitas global yang masih membayangi.
Penguatan IHSG terutama ditopang oleh lonjakan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang melonjak 8,73 persen ke level Rp7.475 per saham. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga mencatat kenaikan kuat sebesar 4,98 persen menjadi Rp6.850 per saham. Dari sektor perbankan, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 3,52 persen ke posisi Rp5.000 per saham, mempertegas peran sektor keuangan dalam menopang indeks.
Selain itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) naik 1,99 persen ke Rp2.050, sementara PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 1,96 persen ke level Rp7.800 per saham. Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi beberapa saham besar. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) terkoreksi 3,48 persen ke Rp3.330, sedangkan PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 1,84 persen menjadi Rp6.675 per saham.
Pada jajaran saham lapis kedua dan ketiga, PT Martina Berto Tbk. (MBTO) memimpin penguatan dengan lonjakan 34,51 persen ke Rp191. PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) menyusul dengan kenaikan 34,31 persen ke Rp137 per saham. Sementara itu, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) dan PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE) mencatat penurunan terdalam di sesi perdagangan hari tersebut.
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyampaikan bahwa IHSG sempat melemah pada sesi pertama sebelum berbalik menguat. Ia menilai indikator teknikal menunjukkan peluang lanjutan penguatan, seiring kondisi stochastic RSI yang berada di area jenuh jual dan pergerakan indeks yang mencoba kembali ke atas rata-rata jangka pendek.
