Indeks Saham BUMN Menunjukkan Ketahanan di Tengah Tekanan IHSG

Kinerja IDX BUMN 20 Mengungguli IHSG Sejak Awal Tahun
Jakarta — Indeks saham BUMN IDX BUMN 20 tampil sebagai penopang utama pasar saham nasional di tengah tekanan berat yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan. Data Bursa Efek Indonesia per 2 Februari 2026 menunjukkan IDX BUMN 20 masih menguat 2,84% secara year to date, berbanding terbalik dengan IHSG yang terkontraksi 8,38% pada periode yang sama. Sementara itu, indeks unggulan lain seperti LQ45 dan IDX 30 masing-masing melemah 4,76% dan 3,74%.
Kondisi tersebut menegaskan peran saham-saham BUMN unggulan sebagai instrumen defensif ketika pasar dilanda volatilitas tinggi hingga sempat memicu penghentian sementara perdagangan. Investor memanfaatkan karakteristik saham BUMN yang memiliki skala usaha besar dan likuiditas tinggi sebagai tempat berlindung dari tekanan jual.
Emiten Pelat Merah Menahan Tekanan Saat Pasar Bergejolak
Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai IDX BUMN 20 menunjukkan ketahanan karena ditopang emiten berfundamental kuat. Saham-saham pelat merah dinilai lebih tahan banting dibandingkan saham grup konglomerasi saat kepanikan pasar meningkat.
Abida menjelaskan bahwa ketika tekanan pasar memuncak hingga terjadi trading halt, koreksi saham BUMN relatif lebih dangkal. Kondisi tersebut menjaga stabilitas indeks dan menahan penurunan IHSG yang lebih dalam.
Komitmen Danantara Memperkuat Kepercayaan Investor
Optimisme pasar semakin menguat seiring komitmen Danantara Indonesia untuk melakukan pembelian saham-saham berfundamental baik. Kehadiran badan pengelola investasi negara itu dinilai memberikan jaminan adanya penopang institusional di tengah volatilitas yang tinggi.
Abida menyebut pernyataan Danantara berhasil meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka menengah IHSG. Rebound pasar sejak 3 Februari 2026 mencerminkan keyakinan bahwa tekanan jual mulai mereda dengan masuknya dukungan institusional.
Analis Menyoroti Saham BUMN Berfundamental Solid
BRI Danareksa Sekuritas mengidentifikasi sejumlah saham BUMN yang dinilai menarik dari sisi skala bisnis, kinerja operasional, dan valuasi. Saham tersebut meliputi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Timah Tbk. (TINS), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).
Senior Analyst Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menambahkan bahwa IDX BUMN 20 bersifat defensif karena didominasi sektor perbankan, telekomunikasi, energi, dan infrastruktur yang kinerjanya relatif stabil. Dia memproyeksikan bank-bank BUMN besar serta emiten dengan arus kas stabil akan menjadi tujuan rotasi dana investor dalam kondisi pasar saat ini.
