Indeks Bisnis-27 Menguat dan Bertahan di Zona Hijau pada Perdagangan Selasa

Penguatan saham konstituen mendorong Indeks Bisnis-27 naik signifikan
Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan Selasa (3/2/2026) di zona hijau di Jakarta setelah mencatat penguatan solid sepanjang sesi. Indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia tersebut naik 2,11% dan berakhir di level 535,86. Kenaikan ini menandai perbaikan sentimen pasar setelah tekanan yang terjadi dalam sepekan terakhir.
Sejak pembukaan perdagangan, minat beli investor mulai terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Seiring berjalannya sesi, penguatan semakin meluas dan mendorong mayoritas saham konstituen ditutup menguat. Dari total 27 saham anggota, sebanyak 20 saham mencatat kenaikan, empat saham mengalami koreksi, dan tiga saham bergerak stagnan.
Saham ADMR, BBCA, dan UNTR memimpin penguatan indeks
Kinerja positif Indeks Bisnis-27 ditopang oleh penguatan sejumlah saham unggulan. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) naik 2,43% ke level Rp1.895 dan memberikan kontribusi positif terhadap indeks. Di sektor perbankan, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 0,6% ke Rp7.650, mencerminkan stabilnya minat investor pada saham perbankan berfundamental kuat.
Selain itu, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatat lonjakan signifikan sebesar 7,06% ke Rp26.175. Penguatan juga terjadi pada saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 8,37% ke Rp6.800, serta saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang melonjak 20% ke Rp264. Kenaikan harga saham-saham tersebut memperkuat laju indeks hingga mencapai level tertinggi harian.
Aktivitas transaksi mencerminkan pemulihan sentimen pasar
Sepanjang perdagangan, Indeks Bisnis-27 bergerak di rentang 515,53 hingga 535,86. Volume transaksi tercatat mencapai 16,16 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp10,84 triliun. Kapitalisasi pasar indeks kini berada di level Rp4.028 triliun, mencerminkan skala dan likuiditas saham-saham konstituennya.
Meski ditutup menguat, level indeks masih mencerminkan koreksi sekitar 3,88% dalam sepekan terakhir. Tekanan pada pekan sebelumnya sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan. Namun, pada perdagangan hari ini, IHSG turut menguat 2,52% atau 199,97 poin dan ditutup di level 8.122,60, sehingga memberikan dorongan tambahan bagi pergerakan Indeks Bisnis-27.
Analis menilai pasar saham masih berpotensi bergerak volatil dalam waktu dekat. Investor saat ini menantikan konsistensi kebijakan dan kecepatan eksekusi reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan dan menjaga momentum pemulihan indeks.
