Saham Grup Bakrie Melejit Saat IHSG Rebound ke Zona Hijau

Penguatan BUMI, DEWA, dan VKTR mendorong rebound IHSG hari ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026), menutup sesi di level 8.122,59 setelah mengalami rebound sebesar 2,52% atau 199,86 poin. Rebound ini diikuti mayoritas saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie, termasuk PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR).
Perdagangan hari ini dibuka di level 7.888,77 dan IHSG bergerak naik menuju posisi tertingginya saat penutupan. Dari total saham yang diperdagangkan, tercatat 654 saham menguat, 108 saham melemah, dan 56 saham stagnan, sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp14.669 triliun. Lonjakan ini mencerminkan kembalinya kepercayaan investor setelah penurunan 4,88% pada sesi sebelumnya.
BUMI memimpin penguatan dengan lonjakan signifikan
Saham PT Bumi Resources Tbk. memimpin kenaikan dengan melonjak 20% ke Rp264 per saham. PT Darma Henwa Tbk. juga mencatat penguatan tajam sebesar 14,13% ke Rp525 per saham. Selain itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) naik 3,8% ke posisi Rp955 per saham, menunjukkan apresiasi dari investor terhadap emiten tambang emas yang dimiliki Grup Bakrie dan Grup Salim.
Penguatan juga terlihat pada PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) yang naik 6,33% ke Rp1.175 per saham, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) melonjak 9,78% ke Rp101 per saham, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. meroket 17,65% ke Rp800 per saham. Saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE) naik 9,3% ke Rp47 dan PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) naik 9,62% ke Rp57.
Sementara itu, saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) mengalami koreksi 10% ke Rp252 per saham, menjadi satu-satunya saham Grup Bakrie yang menurun pada perdagangan hari ini.
Mirae Asset rekomendasikan akumulasi selektif pada saham berkualitas
Tim analis Mirae Asset Sekuritas menilai koreksi pekan lalu membuka peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi selektif. Mereka menyoroti saham dengan fundamental solid dan sensitivitas rendah terhadap perubahan bobot indeks MSCI. Saham-saham seperti DEWA, BRMS, RMKE, EXCL, dan JPFA dinilai masih memiliki prospek menarik. Selain itu, PT Timah Tbk. (TINS) mendapat perhatian investor berkat dukungan harga timah yang tinggi dan proyeksi pemulihan produksi pada 2026.
