IHSG Rebound 2,52% Didorong Saham Emas dan Konglomerat PANI hingga TPIA

Lonjakan harga saham PT Hartadinata, Archi Indonesia, dan PANI mengangkat IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (3/2/2026) pada level 8.122,59, mencatatkan rebound sebesar 2,52% atau 199,86 poin. Kenaikan ini terutama dipacu oleh penguatan saham emiten emas dan sejumlah saham konglomerat, termasuk PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA).
Perdagangan hari ini dibuka pada level 7.888,77 dan IHSG bergerak konsisten naik hingga mencapai posisi tertingginya saat penutupan. Dari total saham yang diperdagangkan, 654 saham mencatat penguatan, 108 saham melemah, dan 56 saham stagnan. Kapitalisasi pasar mencapai Rp14.669 triliun, mencerminkan optimisme investor setelah tekanan pasar pekan lalu.
Saham emiten emas melonjak tajam
Saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) memimpin penguatan dengan naik 13,68% ke Rp2.160 per saham. PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) mengikuti dengan kenaikan 12,92% ke Rp1.705 per saham. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) bertumbuh 10,17%, PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) naik 8,97%, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menguat 8,06%, menandakan meningkatnya minat investor pada sektor pertambangan emas.
Pendorong IHSG datang dari saham konglomerat
Saham PANI menguat 12,30% ke Rp8.900 per saham, sementara DCII mencatat kenaikan 11,80% menjadi Rp220.250 per saham. TPIA turut tumbuh 10,59% ke Rp6.525 per saham, memperkuat momentum rebound IHSG pada perdagangan hari ini. Di sisi lain, saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menurun masing-masing 1,80% dan 1,43%.
Saham top gainers hari ini ditempati PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) dengan lonjakan 34,08% dan PT Logindo Samudramakmur Tbk. (LEAD) naik 26,98%. Sebaliknya, top losers ditempati PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) yang melemah 14,90% dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) turun 14,86%.
Analis menilai IHSG berpotensi lanjutkan penguatan
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menilai IHSG mampu bertahan di atas MA200 pada level 7.794. Ia menyebut indikator stochastic RSI membentuk death cross di area oversold, sehingga berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 8.050 hingga 8.075 pada perdagangan sesi kedua. Analisis ini menyoroti peluang konsolidasi positif meski pasar masih menghadapi volatilitas.
