Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham INDF, BBCA, dan PTBA Tetap Menguat

Saham Konsumer dan Perbankan Tunjukkan Kinerja Positif Meski IHSG Anjlok
Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan Senin (2/2/2026) dengan pelemahan 1,81% ke level 524,77, seiring turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 4,88% ke 7.922,73. Dari total saham yang diperdagangkan, sembilan saham menguat, 17 saham menurun, dan satu saham stagnan.
Saham INDF dan MIKA Mendorong Indeks Tetap Stabil
PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) memimpin penguatan dengan kenaikan 3,31% ke Rp7.025 per saham, diikuti PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang naik 2,94% menjadi Rp2.450. Sektor perbankan dan tambang juga tampil solid, dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) meningkat 2,70% menjadi Rp7.600 dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) tumbuh 2,42% ke Rp2.540 per saham.
Saham Energi dan Industri Mengalami Tekanan
Sementara itu, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) jatuh 14,81% ke Rp1.840, dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terkoreksi 14,73% menjadi Rp220 per saham. Pelemahan ini mengikuti tren penurunan IHSG, yang sempat berada pada level tertinggi 8.313,06 di awal perdagangan. Sepanjang hari, IHSG bergerak antara 8.306,16 hingga posisi penutupan 7.922,73 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.239 triliun.
Analis Perkirakan IHSG Masih Berpotensi Melemah
Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa IHSG sempat melemah 5,31% pada sesi I ke 7.887,16. Secara teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD terus berlanjut, sementara stochastic RSI berada di area oversold. Valdy memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level 7.850 hingga 7.800 pada sesi perdagangan berikutnya, sehingga investor disarankan tetap memperhatikan pergerakan teknikal dan fundamental saham.
