Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguat pada perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026, setelah sebelumnya mengalami tekanan. Kondisi tersebut mendorong sejumlah analis menyiapkan strategi perdagangan untuk beberapa saham pilihan.
BNI Sekuritas mencatat IHSG melemah 0,86 persen pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026. Tekanan tersebut juga muncul bersamaan dengan aksi jual investor asing yang mencapai Rp488 miliar. Investor asing tercatat banyak melepas saham ASII, ANTM, AADI, BMRI, dan ISAT.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG dapat mengalami rebound. Ia melihat indeks memiliki area support di level 6.330–6.360, sedangkan resistance berada pada kisaran 6.430–6.500.
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai IHSG masih memiliki peluang menguji resistance 6.490–6.500 selama indeks mampu mempertahankan area support. Jika IHSG berhasil menembus level 6.500, indeks berpotensi melanjutkan penguatan menuju 6.723.
Kiwoom Sekuritas juga menilai posisi IHSG yang masih berada di atas sejumlah EMA utama serta RSI yang berada di area positif membuka peluang penerapan strategi buy on weakness. Strategi tersebut dapat dipertimbangkan di kisaran 6.355–6.294. Namun, penurunan di bawah 6.286 dapat meningkatkan risiko koreksi lanjutan.
BNI Sekuritas Memilih Enam Saham untuk Strategi Trading
Mengikuti kondisi pasar tersebut, Fanny Suherman memilih enam saham yang dapat menjadi perhatian investor pada perdagangan 20 Agustus 2026. Saham tersebut terdiri atas PT Merdeka Battery Materials Tbk atau MBMA, PT DMS Propertindo Tbk atau KOTA, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk atau BIPI, PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk atau BUVA, serta PT Gudang Garam Tbk atau GGRM.
MBMA memiliki area speculative buy pada 505–510 dengan batas cut loss di bawah 500. Saham tersebut memiliki target terdekat 520–540. Sementara itu, KOTA memiliki area beli 155–161 dengan cut loss di bawah 155 dan target 166–170.
BIPI memiliki area speculative buy di 150 dengan cut loss di bawah 148 dan target 152–156. Kemudian, ANTM memiliki area beli 3.000–3.030 dengan batas cut loss di bawah 3.000 serta target 3.080–3.150.
Selanjutnya, BUVA memiliki area beli 715–725 dengan cut loss di bawah 700 dan target 755–775. Adapun GGRM memiliki area beli 20.000–20.125, cut loss di bawah 19.525, serta target 20.600–21.000.
IHSG Turun ke 6.394,12 pada Penutupan Perdagangan
Pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, IHSG turun 0,86 persen ke level 6.394,12. Indeks LQ45 juga melemah 0,56 persen menjadi 627,46.
Data RTI menunjukkan 363 saham mengalami penurunan, sedangkan 238 saham menguat dan 188 saham bergerak stagnan. Investor mencatat frekuensi transaksi sebanyak 2.202.048 kali dengan volume perdagangan sekitar 36 miliar saham. Nilai transaksi harian mencapai Rp14,3 triliun.
Tekanan pasar juga terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang melemah. Sektor basic mencatat penurunan terbesar sebesar 1,21 persen, disusul consumer siklikal yang turun 1,05 persen dan consumer nonsiklikal yang melemah 0,96 persen.
Di sisi lain, sektor properti mampu naik 0,39 persen dan sektor infrastruktur menguat 0,43 persen. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG turut dipengaruhi keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada 5,75 persen serta dinamika bursa global dan Asia.
