Aksi Beli Danantara Memperkuat Ketahanan Indeks Saham BUMN di Tengah Tekanan Pasar

Rotasi dana mendorong investor melirik saham BUMN berfundamental kuat
Tekanan yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan dalam beberapa hari terakhir justru membuka ruang seleksi baru di pasar modal. Di tengah koreksi yang menekan mayoritas emiten, investor mulai mengalihkan perhatian ke saham-saham berfundamental kuat, khususnya yang tergabung dalam indeks IDX BUMN 20. Indeks tematik ini dinilai memiliki daya tahan lebih baik karena berisi saham pelat merah berskala besar dengan likuiditas tinggi.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menilai kondisi pasar saat ini mendorong investor bersikap lebih selektif. Menurutnya, fluktuasi IHSG memberikan momentum bagi pelaku pasar untuk kembali mencermati saham BUMN yang memiliki fundamental kokoh namun telah terkoreksi secara harga. Situasi ini membuka peluang akumulasi bagi investor dengan horizon jangka menengah hingga panjang.
IDX BUMN 20 tampil lebih defensif dibanding indeks lain
David menilai IDX BUMN 20 memiliki karakter defensif yang lebih kuat dibandingkan indeks sektoral lainnya. Saham-saham pelat merah di dalamnya umumnya memiliki arus kas stabil, pangsa pasar besar, serta peran strategis dalam perekonomian nasional. Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah turut memperkuat daya tahan emiten BUMN di tengah volatilitas pasar.
Ia menambahkan bahwa volatilitas saham BUMN cenderung lebih terkendali dibandingkan saham berkapitalisasi kecil atau sektor siklikal. Kondisi tersebut membuat IDX BUMN 20 berpotensi menjadi tujuan rotasi dana ketika pasar bergerak tidak stabil. Emiten perbankan besar seperti BBRI, BMRI, dan BBNI, serta saham energi dan telekomunikasi seperti PGAS dan TLKM, dinilai berpeluang paling diuntungkan.
Masuknya Danantara memperkuat sentimen positif pasar
Sentimen positif pasar semakin menguat dengan langkah badan pengelola investasi negara, Danantara Indonesia, yang kembali aktif melakukan pembelian saham. David memandang aksi beli Danantara berperan sebagai penopang psikologis sekaligus sinyal kepercayaan terhadap stabilitas pasar keuangan domestik. Kehadiran investor institusional strategis tersebut dinilai mampu menahan tekanan jual dan memperkuat narasi rotasi dana ke saham berkualitas.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa pihaknya melalui manajer investasi yang ditunjuk telah mengidentifikasi emiten dengan profil bisnis sehat. Danantara memfokuskan investasi pada saham-saham dengan valuasi menarik yang tetap didukung oleh likuiditas dan arus kas solid. Ia menegaskan Danantara telah kembali aktif di pasar dan melakukan pembelian saham berfundamental kuat.
Pada penutupan perdagangan Selasa (3/2/2026), IDX BUMN 20 tercatat menguat 0,53% ke level 393,94. Dari total 20 saham, sebanyak 12 saham menguat, tujuh saham terkoreksi, dan satu saham bergerak stagnan, mencerminkan ketahanan indeks di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung.
