Investor Asing Melepas BBCA dan Memborong EMAS di Tengah Penguatan IHSG

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 17 Maret 2026, namun tetap melakukan pembelian bersih di pasar reguler. Pergerakan ini menunjukkan strategi selektif asing yang tetap aktif di tengah dinamika pasar.
Data BEI mencatat investor asing membukukan net sell sebesar Rp 679,2 miliar di seluruh pasar. Meski demikian, di pasar reguler justru terjadi net buy senilai Rp 155,3 miliar, yang tertahan oleh aksi jual besar di pasar negosiasi dan tunai mencapai Rp 834,4 miliar.
Akumulasi tersebut membuat total net sell investor asing sejak awal tahun mencapai Rp 8,5 triliun.
Investor Asing Melepas Saham Perbankan Besar Secara Agresif
Investor asing tercatat paling banyak melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di pasar reguler dengan nilai net sell mencapai Rp 216,8 miliar. Selain itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mengalami tekanan jual asing sebesar Rp 158,6 miliar.
Aksi ini mencerminkan kecenderungan investor asing untuk mengurangi eksposur pada sektor perbankan besar, meskipun sektor tersebut masih menjadi salah satu penopang utama pasar.
Investor Asing Mengakumulasi Saham EMAS dan AADI Secara Signifikan
Di sisi lain, investor asing justru mengakumulasi saham berbasis komoditas. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat net buy terbesar mencapai Rp 727,8 miliar.
Selain itu, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga mencatat pembelian bersih asing sebesar Rp 113,6 miliar. Pergerakan ini menunjukkan pergeseran minat asing ke sektor komoditas yang tengah mendapat sentimen positif global.
IHSG Menguat Didorong Kenaikan Mayoritas Saham dan Sektor
Seiring aktivitas investor asing, IHSG berhasil ditutup menguat 84,5 poin atau 1,2% ke level 7.106,8. Penguatan ini didukung oleh kenaikan 481 saham, sementara 226 saham melemah dan 251 saham bergerak stagnan.
Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp 23,8 triliun, mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan di pasar.
Seluruh sektor saham tercatat menguat pada penutupan perdagangan. Sektor transportasi memimpin kenaikan dengan penguatan 3,69%, diikuti sektor barang baku 3,4% dan sektor infrastruktur 3,3%.
Selain itu, sektor teknologi naik 2,89%, sektor properti menguat 1,4%, sektor barang konsumen non-primer naik 1,07%, sektor energi menguat 1,05%, sektor perindustrian naik 0,8%, sektor kesehatan menguat 0,6%, sektor keuangan naik 0,4%, dan sektor barang konsumen primer menguat 0,2%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG terjadi secara merata di berbagai sektor, meskipun investor asing tetap melakukan rotasi portofolio secara selektif.
