Manajemen Tegaskan Bank HSBC Indonesia Tidak Terdampak Suspensi HSBC Sekuritas

Bank HSBC Indonesia Memastikan Layanan Pasar Modal Tetap Berjalan
JAKARTA — Manajemen PT Bank HSBC Indonesia menegaskan operasional perseroan tidak terdampak penghentian sementara aktivitas perdagangan saham PT HSBC Sekuritas Indonesia. Kepastian ini disampaikan menyusul keputusan PT Bursa Efek Indonesia yang menyuspensi aktivitas perdagangan HSBC Sekuritas mulai Kamis (15/1/2026).
Head of Communications & Corporate Sustainability PT Bank HSBC Indonesia Ariavita Purnamasari menyatakan bahwa unit bisnis HSBC Markets & Securities Services tetap menjalankan fungsinya. Perseroan memastikan akses ke pasar modal Indonesia tetap tersedia melalui perantara pihak ketiga yang telah ditunjuk.
HSBC Menyediakan Akses Bursa Melalui Broker Pihak Ketiga
Ariavita menjelaskan bahwa pengumuman suspensi tidak memengaruhi aktivitas PT Bank HSBC Indonesia. Menurutnya, layanan pasar modal bagi nasabah tetap berjalan normal karena perseroan memanfaatkan broker pihak ketiga untuk mengakses perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan layanan sekaligus memastikan kepentingan nasabah tetap terlindungi di tengah kebijakan suspensi yang berlaku pada entitas sekuritas.
Struktur Kepemilikan Menunjukkan Pemisahan Entitas Usaha
Dalam struktur grup, PT Bank HSBC Indonesia tercatat dimiliki 98,93% oleh HSBC Asia Pacific Holdings (UK) Limited. Sisanya dimiliki PT Bank Central Asia Tbk. sebesar 1,06% serta pemegang saham minoritas lainnya. HSBC Asia Pacific Holdings (UK) Limited merupakan anak usaha langsung dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited yang berada di bawah kendali HSBC Holdings Plc.
Sementara itu, PT HSBC Sekuritas Indonesia berdiri sebagai perusahaan patungan antara The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited dengan kepemilikan 85% saham dan PT Bogamulia Nagadi sebesar 15%.
BEI Menghentikan Aktivitas Perdagangan HSBC Sekuritas
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia mengumumkan penghentian aktivitas perdagangan efek oleh PT HSBC Sekuritas Indonesia mulai Sesi I perdagangan Kamis (15/1/2026). Direksi BEI menyampaikan bahwa keputusan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dari HSBC Sekuritas sesuai dengan ketentuan Peraturan Bursa Nomor III-G.
HSBC Sekuritas yang menggunakan kode broker GW tercatat memiliki lisensi sebagai penjamin emisi dan perantara perdagangan efek. Perusahaan juga memiliki nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan terakhir sebesar Rp89,46 miliar. Data BEI menunjukkan nilai transaksi HSBC Sekuritas pada November 2025 mencapai Rp554,05 miliar, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
