Bursa Asia Pasifik Menguat, Kospi Korea Selatan Pimpin Lonjakan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3046084/original/091856600_1581323843-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-1.jpg)
Pasar saham Asia Pasifik bergerak menguat pada perdagangan Rabu, 18 Maret 2026, dengan indeks Kospi Korea Selatan memimpin kenaikan. Investor merespons positif data perdagangan Jepang sekaligus menantikan keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.
Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Ekspektasi tersebut mendorong optimisme di pasar, meski ketidakpastian global masih membayangi.
Investor Merespons Data Ekspor Jepang yang Melampaui Ekspektasi
Indeks Kospi melonjak 2,8%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,66%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 1,38% dan Topix naik 0,95% setelah rilis data ekspor Februari.
Pemerintah Jepang melaporkan ekspor tumbuh 4,2% secara tahunan, melampaui proyeksi ekonom yang hanya memperkirakan kenaikan 1,6%. Sebelumnya, ekspor Jepang bahkan sempat melonjak 16,8% pada bulan sebelumnya, yang memperkuat sentimen positif di kawasan.
Bursa Regional Bergerak Variatif di Tengah Ketidakpastian Global
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 cenderung bergerak datar pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong diproyeksikan dibuka lebih tinggi di level 25.891, sedikit di atas penutupan sebelumnya di 25.868,54.
Pergerakan yang bervariasi ini mencerminkan sikap hati-hati investor yang tetap mencermati berbagai sentimen global, termasuk kebijakan moneter dan dinamika geopolitik.
Ketegangan Timur Tengah Memicu Kekhawatiran Pasokan Energi
Di sisi lain, eskalasi konflik di Timur Tengah terus menambah tekanan terhadap pasar. Serangan terhadap infrastruktur energi di Uni Emirat Arab meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.
Rangkaian insiden meliputi serangan drone terhadap ladang gas besar, kebakaran di kawasan industri minyak Fujairah, serta kerusakan kapal tanker di sekitar Selat Hormuz yang strategis. Kondisi ini membuat investor semakin waspada terhadap potensi lonjakan harga energi.
Harga minyak Amerika Serikat tercatat naik tipis 0,06% menjadi US$ 96,27, mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik.
Wall Street Bergerak Stabil Menjelang Keputusan The Fed
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka saham bergerak mendekati level datar menjelang pengumuman kebijakan The Fed. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun tipis 37 poin atau 0,07%.
Sementara itu, futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing melemah 0,07% dan 0,02%. Meski demikian, pada sesi sebelumnya, Wall Street mencatat penguatan.
Indeks S&P 500 naik 0,25% ke level 6.716,09, diikuti Nasdaq Composite yang menguat 0,47% ke 22.479,53. Dow Jones Industrial Average juga naik 46,85 poin atau 0,1% ke posisi 46.993,26.
