Superbank Menempatkan Sisa Dana IPO Rp1,44 Triliun di Bank Indonesia

Manajemen Superbank Menyimpan Dana IPO di Fasilitas Simpanan BI
PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank melaporkan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering yang masih mencapai Rp1,44 triliun. Manajemen perseroan menempatkan dana tersebut di Bank Indonesia melalui instrumen Fasilitas Simpanan Bank Indonesia atau Fasbi dengan tingkat bunga 3,75 persen.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Kamis, 15 Januari 2026, Superbank menyimpan dana IPO tersebut dalam skema deposito facility dengan jangka waktu penyimpanan overnight. Langkah ini mencerminkan strategi pengelolaan likuiditas jangka pendek sambil menunggu realisasi penggunaan dana sesuai rencana perseroan.
Superbank Menyalurkan Dana IPO untuk Memperkuat Modal Kerja Kredit
Di sisi lain, Superbank telah merealisasikan penggunaan dana IPO sebesar Rp1,29 triliun untuk kebutuhan modal kerja. Dana tersebut difokuskan untuk memperkuat penyaluran kredit sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis perbankan digital perseroan.
Dalam prospektus IPO, Superbank mengalokasikan sekitar 70 persen atau setara Rp1,91 triliun dari total dana IPO untuk penyaluran kredit. Namun hingga saat ini, realisasi penyerapan dana untuk modal kerja tersebut baru mencapai sekitar 47,24 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa perseroan masih memiliki ruang cukup besar untuk mempercepat ekspansi kredit ke depan.
Superbank Menunda Realisasi Belanja Modal dari Dana IPO
Selain alokasi untuk kredit, Superbank juga merencanakan penggunaan sekitar 30 persen dana IPO atau sebesar Rp819,22 miliar untuk belanja modal. Hingga pertengahan Januari 2026, dana belanja modal tersebut belum terserap dan masih tersimpan sebagai bagian dari sisa dana IPO perseroan.
Penundaan realisasi belanja modal ini mengindikasikan pendekatan kehati-hatian manajemen dalam mengeksekusi investasi, sejalan dengan dinamika industri perbankan digital dan kondisi pasar keuangan yang masih berfluktuasi.
Superbank Mengantongi Dana IPO Bersih Rp2,73 Triliun
Sebagai catatan, Superbank resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember 2025 dan berhasil menghimpun dana IPO sebesar Rp2,79 triliun. Setelah memperhitungkan biaya penawaran umum sebesar Rp67,43 miliar, perseroan memperoleh dana IPO bersih senilai Rp2,73 triliun.
Dengan struktur dana yang masih kuat dan likuiditas yang terjaga, Superbank memiliki fleksibilitas untuk mengoptimalkan ekspansi bisnis, khususnya dalam penyaluran kredit dan pengembangan infrastruktur digital, guna memperkuat posisinya di industri perbankan nasional.
