Avia Avian Menerima Dividen Hampir Rp8 Miliar dari Anak Usaha

PT Avia Avian Tbk (AVIA) memperoleh tambahan pendapatan dari pembagian dividen yang diterima melalui anak perusahaannya. Emiten produsen cat tersebut menerima dividen sebesar Rp7.998.222.222 dari PT Tirtakencana Batamindo.
Dividen tersebut diperoleh secara tidak langsung melalui anak usaha PT Tirtakencana Tatawarna (TKTW). Perusahaan ini menjadi pemegang saham mayoritas di PT Tirtakencana Batamindo dengan kepemilikan mencapai 99,99 persen.
Corporate Secretary AVIA Hera Septi Astuti menjelaskan bahwa pembagian dividen tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi perusahaan. Ia menyatakan bahwa peristiwa tersebut tidak memengaruhi aspek keuangan, kegiatan operasional, kondisi hukum, maupun keberlangsungan usaha perseroan.
Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 13 Maret 2026.
Avia Avian Meningkatkan Pendapatan Menjadi Rp8,1 Triliun pada 2025
Sebelumnya, Avia Avian juga melaporkan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025. Perusahaan mencatat total pendapatan sebesar Rp8,1 triliun sepanjang tahun tersebut.
Nilai tersebut meningkat sekitar Rp652 miliar atau tumbuh 8,7 persen dibandingkan dengan capaian pendapatan pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan pertumbuhan penjualan yang konsisten di berbagai segmen bisnis perusahaan.
Selain itu, volume penjualan perusahaan juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sepanjang 2025, volume penjualan Avia Avian tumbuh sekitar 7,4 persen.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan yang terjadi secara berkelanjutan sejak kuartal pertama hingga kuartal keempat. Kinerja tersebut terlihat baik pada segmen solusi arsitektur maupun pada segmen barang dagangan.
Avia Avian Mencatat Laba Bersih Rp1,7 Triliun dengan Marjin 21,5 Persen
Seiring dengan peningkatan penjualan dan pendapatan, Avia Avian berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,7 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat sekitar Rp80 miliar dibandingkan dengan laba bersih yang dicatatkan pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut menunjukkan stabilitas kinerja perusahaan di tengah persaingan industri cat yang semakin kompetitif. Dengan capaian tersebut, perusahaan membukukan marjin laba bersih sebesar 21,5 persen.
Kinerja keuangan yang solid ini memperkuat posisi Avia Avian sebagai salah satu produsen cat terbesar di Indonesia sekaligus memperlihatkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan perusahaan.
Avia Avian Meraih Peringkat A+ dalam Studi Laporan Keberlanjutan Perusahaan Publik
Selain mencatat kinerja keuangan yang positif, Avia Avian juga meraih pengakuan dalam bidang pelaporan keberlanjutan. Laporan keberlanjutan perusahaan memperoleh peringkat A+ dalam studi 2024 Sustainability Report Study of Indonesia Listed Companies.
Studi tersebut diselenggarakan oleh Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) bersama Moores Rowland Indonesia (MRI). Hasil penilaian tersebut menempatkan laporan keberlanjutan Avian Brands sebagai salah satu dari 16 laporan terbaik atau sekitar enam persen teratas dari total 263 perusahaan publik yang dinilai.
Penilaian dilakukan dengan mengacu pada berbagai standar pelaporan global seperti Global Reporting Initiative (GRI Standards) serta standar pelaporan keberlanjutan dari International Financial Reporting Standards Foundation melalui IFRS S1 dan IFRS S2.
Selain itu, proses evaluasi juga mempertimbangkan kesesuaian dengan regulasi nasional yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK 51/2017 serta indikator IDX ESG Metrics.
Direktur Operasional dan Pengembangan Avia Avian, Robert Christian Tanoko, menyatakan bahwa capaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan secara konsisten.
