Gojek Meningkatkan EBITDA 105 Persen pada 2025 dan Mendorong Pertumbuhan Bisnis On-Demand
JAKARTA — Layanan on-demand milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. menunjukkan kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025. Unit bisnis Gojek berhasil meningkatkan profitabilitas secara signifikan seiring pertumbuhan pendapatan dan optimalisasi strategi produk.
Laporan keuangan GoTo mencatat bahwa Gojek membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp1,39 triliun pada 2025. Angka tersebut melonjak 105 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp679 miliar.
Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam memperluas layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di berbagai lini bisnis.
Gojek Mendorong Pertumbuhan Pendapatan Melalui Layanan Delivery dan Mobility
Selain peningkatan EBITDA, Gojek juga mencatat kenaikan signifikan pada sisi pendapatan. Sepanjang 2025, perusahaan menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp12,60 triliun atau tumbuh sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp10,88 triliun.
Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari dua lini bisnis utama. Segmen layanan pengiriman atau delivery menghasilkan pendapatan sekitar Rp9,46 triliun, meningkat 16 persen secara tahunan.
Sementara itu, layanan mobilitas atau mobility menyumbang pendapatan sebesar Rp3,13 triliun dengan pertumbuhan sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, Gojek juga mencatat peningkatan kinerja operasional. Laba operasional unit bisnis ini mencapai Rp888,62 miliar sepanjang 2025, melonjak tajam sekitar 1.180 persen dibandingkan laba operasional tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp69,40 miliar.
Peningkatan tersebut terjadi seiring kenaikan pendapatan bersih dari pihak ketiga yang mencapai Rp12,36 triliun atau tumbuh sekitar 14 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp10,86 triliun.
Gojek Meningkatkan Nilai Transaksi di Layanan Pengiriman dan Mobilitas
Selain pendapatan, aktivitas transaksi di platform Gojek juga mengalami pertumbuhan yang cukup kuat. Sepanjang 2025, nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) pada segmen delivery meningkat sekitar 8 persen menjadi Rp41,8 triliun.
Sementara itu, segmen mobilitas juga menunjukkan peningkatan dengan GTV mencapai Rp24,7 triliun atau tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan transportasi dan pengiriman berbasis aplikasi masih terus meningkat di pasar domestik.
GoTo Mengoptimalkan Strategi Produk dan Teknologi untuk Mendukung Pertumbuhan
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo menyatakan bahwa perusahaan memperkirakan pertumbuhan laba akan berlanjut pada 2026, terutama di lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan memproyeksikan peningkatan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini. Perusahaan berupaya meningkatkan kemampuan layanan untuk menjangkau segmen mass market dengan lebih optimal.
Manajemen GoTo juga terus mengembangkan strategi berbasis produk yang berfokus pada kebutuhan pengguna, baik dari kalangan affluent maupun mass market.
Dalam strategi tersebut, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence memainkan peran penting dalam mendorong efisiensi dan pertumbuhan bisnis. Teknologi ini membantu perusahaan meningkatkan sistem pencarian dan rekomendasi layanan, memperluas visibilitas mitra usaha lokal, serta memperkaya pilihan produk di platform.
Selain itu, pemanfaatan teknologi juga membantu meningkatkan konversi pengguna serta nilai belanja dalam setiap transaksi.
GoTo Memberikan Bonus Hari Raya kepada Ratusan Ribu Mitra Pengemudi
Di tengah pertumbuhan bisnis, perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi. Pada Maret 2026, GoTo kembali menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) kepada mitra driver menjelang Lebaran.
Program tersebut ditujukan bagi sekitar 400.000 mitra pengemudi yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan perusahaan.
Melalui langkah ini, GoTo berupaya menjaga keberlanjutan ekosistem digitalnya dengan memberikan dukungan langsung kepada para mitra yang menjadi bagian penting dalam operasional layanan.
