Hashim Djojohadikusumo dan Northstar Disebut Mengincar Akuisisi Emiten UDNG

Masuknya Pemegang Saham Baru Memicu Rumor Akuisisi UDNG
Isu akuisisi PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) menguat di pasar modal setelah muncul perubahan komposisi Daftar Pemegang Saham emiten tersebut. Perhatian investor tertuju pada masuknya perusahaan yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, disusul entitas yang terhubung dengan konglomerat Sugianyo Kusuma alias Aguan. Perkembangan ini langsung memunculkan spekulasi mengenai rencana pengambilalihan UDNG oleh konsorsium besar.
Rumor tersebut semakin menguat seiring meningkatnya aktivitas dan minat pasar terhadap saham UDNG. Pelaku pasar menilai masuknya nama-nama besar ke dalam struktur kepemilikan bukan sekadar langkah pasif, melainkan sinyal awal dari agenda strategis jangka panjang.
Pembentukan FiberCo Memperkuat Spekulasi Aksi Korporasi
Spekulasi akuisisi UDNG juga tidak terlepas dari langkah strategis Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo yang berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison dan investor global Northstar Group. Ketiga pihak tersebut telah memformalkan pembentukan entitas baru di sektor infrastruktur telekomunikasi berbasis serat optik bernama FiberCo dengan valuasi mendekati Rp14,6 triliun.
Dalam kerja sama tersebut, Indosat berencana memisahkan hampir seluruh aset fiber optik domestiknya. Entitas baru ini akan beroperasi sebagai platform infrastruktur fiber optik independen dengan skema open-access. Indosat menegaskan bahwa langkah lanjutan terkait struktur kepemilikan dan skema transaksi masih akan ditentukan kemudian.
Skema Transaksi Membuka Peluang Backdoor Listing
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, manajemen Indosat menyebutkan adanya potensi pengambilalihan FiberCo secara tidak langsung melalui perusahaan terbuka yang tercatat di BEI. Analis Pasar Modal Danil Budi Nugroho menjelaskan bahwa transaksi tersebut akan membuat para pihak menjadi pemegang saham langsung di perusahaan terbuka, yang selanjutnya menguasai mayoritas saham perusahaan target.
Rangkaian transaksi lanjutan mencakup pengalihan aset ke perusahaan target serta akuisisi melalui kombinasi utang dan setoran modal non-tunai. Selain itu, terdapat opsi setoran modal tunai yang dapat dilakukan melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu.
Pergerakan Saham UDNG Menarik Perhatian Investor
Sejumlah analis menilai skema tersebut membuka peluang terjadinya backdoor listing dengan UDNG sebagai kendaraan korporasi. Emiten yang sebelumnya bergerak di sektor perikanan ini dinilai berpotensi bertransformasi menjadi platform investasi infrastruktur digital di Bursa Efek Indonesia.
Dampak rumor tersebut sudah tercermin pada pergerakan harga saham UDNG. Dalam enam bulan terakhir, saham UDNG tercatat melonjak hingga 248,94 persen. Meski demikian, hingga saat ini manajemen UDNG belum memberikan pernyataan resmi terkait isu akuisisi yang beredar di pasar.
