IHSG Berpeluang Menguat dan Menguji Area 9.100 pada Perdagangan Kamis

Analis Memprediksi IHSG Melanjutkan Tren Penguatan
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (15/1/2026) seiring solidnya sentimen positif pasar. Tim Analis MNC Sekuritas menilai IHSG berada pada fase awal penguatan lanjutan setelah ditutup menguat 0,94% ke level 9.032 pada perdagangan Rabu (14/1/2026) dengan dukungan peningkatan volume beli.
Analis menilai target penguatan terdekat telah tercapai dan membuka ruang bagi IHSG untuk menguji area yang lebih tinggi. Dengan struktur teknikal yang masih positif, indeks diproyeksikan bergerak menguat menuju rentang 9.077 hingga 9.100.
IHSG Bergerak di Rentang Support dan Resistance Baru
MNC Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada pada kisaran 8.908 hingga 8.852. Sementara itu, area resistance diperkirakan berada di rentang 9.012 hingga 9.100. Pergerakan indeks dinilai masih sejalan dengan pola kenaikan jangka pendek yang terbentuk sejak awal pekan.
Penguatan IHSG juga mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik, terutama di tengah ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif dan dukungan fiskal pemerintah yang berkelanjutan.
Analis Merekomendasikan Saham Energi, Perbankan, dan Konsumer
Seiring peluang penguatan indeks, sejumlah saham masuk dalam daftar rekomendasi analis. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk., PT Bank Syariah Indonesia Tbk., PT Pertamina Geothermal Energy Tbk., serta PT Wismilak Intimakmur Tbk. dinilai memiliki peluang teknikal yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini.
Rekomendasi tersebut muncul di tengah rotasi minat investor pada saham-saham yang dinilai memiliki fundamental solid dan prospek pertumbuhan yang sejalan dengan tema transisi energi, perbankan syariah, dan konsumsi domestik.
OCBC Sekuritas Menilai Prospek Perbankan Tetap Kuat
Sebelumnya, OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada 2026 berada di level 9.500 untuk skenario dasar dan berpotensi menguat hingga 9.700 pada skenario optimistis. Equity Research Analyst OCBC Sekuritas Farell Nathanael menilai sektor perbankan berpeluang diuntungkan oleh sinergi kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah dalam mendorong penyaluran kredit.
Farell menilai tekanan terhadap margin bunga bersih akibat tren penurunan suku bunga dapat diredam oleh penurunan biaya dana seiring perbaikan likuiditas. Dengan kondisi tersebut, saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI dinilai tetap menarik karena valuasi kompetitif serta potensi imbal hasil dividen yang solid.
