IHSG Berpotensi Terkoreksi pada Jumat 10 April 2026, Analis Rekomendasikan Saham BUMI hingga RAJA

Analis memproyeksikan IHSG melemah setelah penguatan dua hari beruntun
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat, 10 April 2026. Proyeksi ini muncul setelah indeks mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut, namun dengan laju kenaikan yang mulai melambat.
Pada penutupan Kamis, 9 April 2026, IHSG hanya naik sekitar 0,4 persen ke level 7.307. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan sehari sebelumnya yang mencapai 4,4 persen, sehingga mengindikasikan mulai berkurangnya momentum penguatan.
MNC Sekuritas membaca sinyal teknikal IHSG masih rawan terkoreksi
Tim riset MNC Sekuritas menilai posisi teknikal IHSG saat ini masih berada dalam fase yang rentan mengalami koreksi. Mereka melihat indeks sedang bergerak dalam pola wave (v) dari wave [c] dari wave A, yang membuka peluang penurunan ke area 6.745 hingga 6.849.
Namun demikian, analis juga membuka kemungkinan skenario alternatif. Jika IHSG telah menyelesaikan fase wave A, maka indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 7.497 hingga 7.677.
Dengan dua skenario tersebut, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini dinilai masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan kekuatan teknikal jangka pendek.
Analis merekomendasikan akumulasi saham BUMI saat harga melemah
Di tengah potensi koreksi pasar, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI). Investor disarankan masuk di kisaran harga Rp236 hingga Rp244.
Sekuritas menetapkan target harga BUMI di level Rp266 hingga Rp280. Pada perdagangan sebelumnya, saham ini terkoreksi 3,17 persen ke Rp244 dan menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat.
Secara teknikal, posisi BUMI diperkirakan sedang berada dalam fase wave C dari wave (B), yang biasanya masih menyisakan peluang pergerakan lanjutan.
Analis memasukkan EXCL dan MINA sebagai pilihan saham menarik
Selain BUMI, saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) juga masuk dalam daftar rekomendasi. Analis menyarankan buy on weakness pada rentang Rp2.980 hingga Rp3.060 dengan target harga Rp3.270 sampai Rp3.390.
Walaupun EXCL sempat terkoreksi tipis 0,96 persen ke Rp3.090, pergerakan saham ini masih didominasi oleh volume pembelian. Secara teknikal, EXCL diperkirakan berada dalam fase wave (C) dari wave [B].
Sementara itu, saham PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) direkomendasikan untuk spekulasi beli di kisaran Rp260 hingga Rp274. Target harga MINA dipatok di Rp310 hingga Rp340, meskipun sebelumnya saham ini terkoreksi 2,08 persen ke Rp282 dengan volume yang cenderung menurun.
Analis menilai saham RAJA masih menarik dengan tren teknikal kuat
Saham PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) juga masuk dalam radar rekomendasi analis. MNC Sekuritas menyarankan strategi buy on weakness pada kisaran Rp3.960 hingga Rp4.190.
Target harga saham RAJA diperkirakan berada di rentang Rp4.760 hingga Rp5.200. Pada perdagangan sebelumnya, saham ini hanya terkoreksi tipis 0,24 persen ke Rp4.240 dan tetap menunjukkan dominasi volume pembelian.
Selain itu, pergerakan RAJA masih bertahan di atas level MA200, yang mengindikasikan tren jangka panjang masih cukup kuat. Secara teknikal, saham ini diperkirakan berada dalam fase wave [iii] dari wave C, yang membuka peluang penguatan lanjutan.
