IHSG Dibuka Turun ke 7.886, Saham TPIA, BBCA, dan BMRI Tekan Pasar

IHSG memulai perdagangan Selasa dengan koreksi 0,46%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa (3/2/2026) di level 7.886,38, turun 36,34 poin atau 0,46% dibandingkan penutupan sebelumnya. Koreksi ini terjadi akibat tekanan jual pada saham-saham big caps, termasuk TPIA, BBCA, dan BMRI, yang memengaruhi sentimen investor di awal perdagangan.
Saham jumbo tetap catatkan penguatan
Meski IHSG melemah, beberapa saham besar mencatatkan kenaikan. PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 2,79% ke Rp6.450 per saham, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 2,32% ke Rp6.625. Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) bertambah 0,63% menjadi Rp7.975, sementara PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sempat naik 0,57% pada pembukaan perdagangan. Kinerja saham unggulan ini menunjukkan adanya preferensi investor terhadap perusahaan dengan fundamental kuat.
Mayoritas saham mengalami tekanan jual
Di sisi lain, saham-saham tertentu menghadapi koreksi signifikan. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melemah 3,81% menjadi Rp5.675, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 1,96% ke Rp85.000 per saham, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 0,99% ke Rp7.525, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 0,90% ke Rp8.250, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 0,42% ke Rp4.780. Tekanan ini menandai aksi profit taking di awal pekan.
Saham top gainers dan losers catatkan fluktuasi tajam
Saham-saham dengan kenaikan signifikan hari ini dipimpin oleh PT Trimitra Prawara Goldland Tbk. (ATAP) yang melonjak 16,67% ke Rp945, diikuti PT Ever Shine Tex Tbk. (ESTI) naik 16,57% ke Rp204. Sebaliknya, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) melemah 14,97% ke Rp142 dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) turun 14,69% ke Rp900. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas saham mid-cap dan small-cap di tengah ketidakpastian pasar.
IHSG berpeluang pulih seiring arus modal asing
Ajaib Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak positif di zona 7.900 hingga 8.100 setelah koreksi tajam di awal pekan. Investor asing mulai melakukan aksi beli bersih senilai Rp654 miliar pada Senin (2/2/2026), memberikan katalis positif bagi pasar. Sentimen global dan aliran modal masuk diperkirakan dapat meredam tekanan jual, meski pasar tetap mencermati isu transparansi free float minimal di atas 1% yang menambah tekanan pada saham-saham konglomerasi besar.
