IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas dan Investor Pantau Isu Investabilitas

Investor mencermati dinamika global dan isu investabilitas pasar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (3/2/2026), seiring investor menunggu langkah konkret terkait isu investabilitas pasar Indonesia. Tim riset Sinarmas Sekuritas menilai sentimen positif dari pasar global belum sepenuhnya mampu meredam tekanan di pasar domestik, sehingga IHSG masih berada dalam fase konsolidasi.
IHSG berpotensi uji level support dan resistance
Sinarmas Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang menguji area support pada 7.854 hingga 7.791, sementara resistance terdekat berada pada rentang 8.187–8.313. Para pelaku pasar juga terus mencermati langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang melakukan pertemuan dengan MSCI untuk mencari solusi atas isu investabilitas pasar modal Indonesia.
Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat
Meski pasar mengalami fluktuasi, kondisi fundamental ekonomi domestik tetap solid. Surplus neraca perdagangan sepanjang 2025 tercatat mencapai US$41,05 miliar. Selain itu, sentimen global menunjukkan tanda pemulihan, tercermin dari indikator PMI Manufaktur Amerika Serikat yang naik ke level 52,6 pada Januari 2026 dari 47,9 di Desember, menandakan aktivitas manufaktur kembali ke zona ekspansif.
Analis rekomendasikan strategi selektif pada saham unggulan
Dalam kondisi pasar yang volatil, Sinarmas Sekuritas menilai peluang terbuka pada saham tertentu dengan pendekatan selektif. Saham PT Elnusa Tbk. (ELSA) direkomendasikan speculative buy dengan target harga Rp695–Rp715, sementara PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) juga direkomendasikan speculative buy dengan target Rp2.240–Rp2.310. Strategi buy on weakness disarankan untuk saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) dengan target Rp1.950–Rp2.170, PT Timah Tbk. (TINS) target Rp3.140–Rp3.250, serta PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) target Rp1.700–Rp1.790.
