IHSG Ditutup Ambles ke Level 9.010 Usai BI Menahan Suku Bunga

Keputusan BI menahan suku bunga memicu tekanan jual di pasar saham
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Rabu (21/1/2026) di zona merah setelah Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75%. Keputusan tersebut mendorong aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar sehingga menekan pergerakan indeks sejak sesi awal hingga penutupan pasar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG melemah 1,36% atau 124,37 poin ke posisi 9.010,33. Meski sempat bergerak menguat dan menyentuh level tertinggi di 9.105,23, tekanan jual kembali mendominasi pasar menjelang akhir perdagangan.
Saham ASII dan UNTR memimpin tekanan terhadap IHSG
Pelemahan IHSG dipicu oleh koreksi tajam pada sejumlah saham unggulan. Saham PT Astra International Tbk. (ASII) turun 9,28% ke level Rp6.600 per saham. Tekanan tersebut diikuti anak usahanya, PT United Tractors Tbk. (UNTR), yang anjlok 14,93% ke posisi Rp27.200 per saham.
Selain itu, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) melemah 4,97% ke level Rp11.950. Tekanan jual juga membayangi saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turun 3,75% menjadi Rp7.700, serta saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terkoreksi 2,11% ke posisi Rp9.300 per saham.
Saham tambang dan perbankan menopang penguatan terbatas
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kinerja positif. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menguat 2,99% ke level Rp105.050 per saham. Selanjutnya, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 3,64% ke posisi Rp4.270, disusul saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang terapresiasi 3,12% ke level Rp3.310 per saham.
Saham sektor perbankan juga mencatatkan penguatan terbatas, dengan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 0,44% ke level Rp4.590 per saham.
Analis menilai tekanan teknikal masih membayangi pergerakan indeks
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menilai pelemahan IHSG sejalan dengan sinyal teknikal yang mulai melemah. Ia menyebutkan indeks telah menembus level support rata-rata pergerakan jangka pendek yang disertai dengan pelemahan indikator momentum.
Valdy memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang 9.000 hingga 9.050 seiring pelaku pasar mencermati arah kebijakan moneter dan dinamika global ke depan.
