IHSG Menguat pada Pembukaan Perdagangan 1 April 2026 Dipimpin Saham Komoditas dan Energi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak naik pada awal perdagangan Rabu, 1 April 2026. Penguatan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap sentimen global yang mulai membaik serta kenaikan bursa saham utama dunia.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada pukul 09.02 WIB, IHSG meningkat 1,30 persen ke level 7.140,12. Pergerakan tersebut ditopang oleh dominasi saham yang menguat, dengan 417 saham naik, 116 saham turun, dan 424 saham bergerak stagnan.
Saham INCO, BRPT, dan BREN Mendorong Penguatan Indeks
Sejumlah saham unggulan di indeks LQ45 menjadi motor penggerak kenaikan IHSG. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) memimpin penguatan setelah naik 4,67 persen ke level Rp5.600. Selanjutnya, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menguat 4,40 persen ke Rp1.425, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) naik 3,81 persen ke Rp5.450.
Selain itu, penguatan juga terlihat pada saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 3,70 persen ke Rp224 dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang meningkat 3,69 persen ke Rp1.125. Saham sektor konsumsi dan tambang turut berkontribusi, seperti PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang naik 3,57 persen ke Rp1.885 serta PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang menguat 2,86 persen ke Rp3.600.
Sementara itu, beberapa saham teknologi dan telekomunikasi juga bergerak naik. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) menguat 2,71 persen ke Rp3.030, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang naik 2,64 persen ke Rp5.050, serta saham media seperti EMTK dan SCMA yang ikut mencatatkan kenaikan.
Sebagian Saham Energi dan Kesehatan Mengalami Tekanan
Di tengah penguatan indeks, sejumlah saham justru bergerak melemah. PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) mencatat penurunan terbesar dengan koreksi 4,94 persen ke Rp1.250. Selain itu, saham energi seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) turun 2,61 persen dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) melemah 2,52 persen.
Tekanan juga terlihat pada saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) yang turun 2,44 persen. Beberapa saham lain seperti MEDC, INDF, DSSA, dan AKRA turut mengalami penurunan tipis pada awal perdagangan.
Sentimen Global dan Harapan De-eskalasi Konflik Dorong Optimisme Pasar
Penguatan IHSG tidak terlepas dari sentimen positif global, terutama dari ekspektasi meredanya konflik di Timur Tengah. Kenaikan indeks utama di Wall Street turut memperkuat optimisme pelaku pasar di dalam negeri.
Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpotensi melanjutkan rebound dengan menguji level resistance di kisaran 7.100 hingga 7.200. Sentimen tersebut juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membuka peluang penghentian kampanye militer.
Di sisi lain, Iran disebut bersedia mengakhiri konflik jika mendapatkan jaminan keamanan. Kondisi ini mendorong penurunan harga minyak mentah serta yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang turun menjadi 4,321 persen.
Investor Mencermati Data Ekonomi Domestik dan Kebijakan Pemerintah
Dari dalam negeri, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak tidak mengalami kenaikan pada awal April. Selain itu, kebijakan work from home bagi aparatur sipil negara serta langkah efisiensi di kementerian dan lembaga turut menjadi perhatian pasar.
Pemerintah juga mempercepat implementasi program biodiesel B50 untuk meredam dampak kenaikan harga energi global. Sementara itu, investor menunggu rilis sejumlah data ekonomi penting seperti indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan inflasi yang akan memengaruhi arah pergerakan pasar selanjutnya.
