IHSG Melemah 0,53 Persen ke Level 8.103 di Tengah Selektifnya Aksi Beli Investor
![]()
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (5/2/2026) di zona merah setelah tekanan jual kembali mendominasi pergerakan pasar saham domestik. Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG terkoreksi 0,53% atau turun 42,83 poin ke level 8.103,87, meskipun sejumlah saham berkapitalisasi besar masih bertahan menguat.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Indeks dibuka di level 8.154,60 dan sempat menyentuh posisi tertinggi harian di 8.214,45 sebelum tekanan jual mendorong indeks kembali turun hingga penutupan. Aktivitas perdagangan mencerminkan sikap hati-hati investor yang masih mencermati dinamika global dan sentimen domestik.
Saham UNVR, TPIA, dan BMRI Menahan Tekanan Pasar
Di tengah koreksi IHSG, sejumlah saham unggulan justru mampu mencatatkan penguatan dan menjadi penopang pergerakan indeks. Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) bergerak di zona hijau saat mayoritas saham melemah.
Penguatan saham-saham tersebut menunjukkan bahwa investor tetap melakukan aksi selektif dengan fokus pada emiten berfundamental kuat. Strategi ini terlihat dari minat beli pada saham sektor konsumer, petrokimia, dan perbankan besar yang dinilai memiliki prospek kinerja stabil di tengah volatilitas pasar.
Investor Memantau Pergerakan IHSG di Tengah Volatilitas
Kondisi pasar yang berfluktuasi membuat pelaku pasar terus memantau pergerakan grafik IHSG sepanjang sesi perdagangan. Tekanan jual yang muncul menjelang penutupan mencerminkan aksi ambil untung jangka pendek setelah indeks sempat berada di level tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Meski ditutup melemah, level IHSG yang masih bertahan di atas 8.100 menunjukkan daya tahan pasar saham domestik. Investor dinilai masih menunggu katalis lanjutan, baik dari rilis data ekonomi, kebijakan pemerintah, maupun perkembangan pasar global, sebelum kembali meningkatkan eksposur risiko.
Pasar Saham Menunggu Sentimen Baru untuk Arah Selanjutnya
Pelaku pasar menilai pergerakan IHSG ke depan akan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan internal. Di satu sisi, potensi tekanan global masih membayangi, namun di sisi lain, penguatan saham-saham tertentu memberi sinyal bahwa minat investasi belum sepenuhnya surut.
Dengan kondisi tersebut, investor diperkirakan akan tetap bersikap selektif sambil mencermati peluang pada saham-saham yang memiliki fundamental solid dan likuiditas tinggi. Pergerakan IHSG dalam waktu dekat pun diperkirakan akan tetap volatil seiring penyesuaian strategi pelaku pasar.
