IHSG Melanjutkan Penguatan dan Dibuka Naik 0,44 Persen pada Perdagangan Kamis

Pasar Saham Membuka Perdagangan dengan Kenaikan Signifikan
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penguatan pada awal perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. Sejak pembukaan, IHSG langsung bergerak naik 39,72 poin atau 0,44% dan menempati level 9.072,30. Penguatan ini menandai berlanjutnya optimisme pelaku pasar setelah indeks mencetak rekor historis pada perdagangan sebelumnya.
Aktivitas transaksi pagi ini menunjukkan dominasi sentimen positif. Sebanyak 290 saham tercatat menguat, sementara 70 saham melemah dan sisanya bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp459,8 miliar dengan volume perdagangan sebesar 648,1 juta saham yang berpindah tangan dalam 59.150 kali transaksi.
IHSG Mencetak Sejarah dengan Bertahan di Atas Level 9.000
Penguatan pagi ini tidak terlepas dari capaian penting pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. Untuk pertama kalinya, IHSG berhasil bertahan dan menutup perdagangan di atas level psikologis 9.000. Indeks melonjak 0,94% atau bertambah 84,28 poin dan ditutup di posisi 9.032,58.
Seiring dengan kenaikan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia ikut terdongkrak signifikan. Total kapitalisasi pasar kini mencapai Rp16.459 triliun, mencerminkan nilai pasar saham domestik yang semakin besar dan daya tarik yang masih kuat bagi investor.
Pasar Menyikapi Pekan Perdagangan Pendek dan Sentimen Global
Di sisi lain, pasar keuangan Indonesia memasuki akhir perdagangan pekan kedua Januari 2026 dengan durasi yang lebih singkat. Bursa akan libur pada Jumat untuk memperingati Isra Mi’raj, sehingga pelaku pasar dituntut lebih cermat dalam merespons berbagai sentimen yang ada.
Selain faktor domestik, perhatian investor juga tertuju pada dinamika global dan pergerakan nilai tukar. Tekanan terhadap rupiah semakin terasa dan tidak lagi sekadar tercermin di pasar antarbank. Kondisi tersebut mulai berdampak langsung ke pasar fisik valuta asing.
Lonjakan Permintaan Dolar AS Menekan Pasar Valuta Asing
Pantauan di sejumlah money changer utama di Jakarta menunjukkan harga jual dolar Amerika Serikat telah menembus level Rp17.000. Di kawasan sentra valuta asing Menteng, Jakarta Pusat, kurs jual dolar tercatat berada di kisaran Rp16.930 hingga Rp17.010 per dolar AS.
Kondisi ini mengindikasikan meningkatnya permintaan dolar secara fisik. Aksi tersebut didorong oleh kebutuhan lindung nilai masyarakat serta langkah pelaku usaha yang berupaya mengamankan likuiditas valuta asing untuk memenuhi kebutuhan impor bahan baku dalam jangka pendek.
