IHSG Melemah ke 9.010 Usai BI Tahan Suku Bunga, Analis Soroti Risiko Koreksi Lanjutan

Bank Indonesia Menahan BI Rate dan Menekan Pergerakan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Rabu (21/1/2026) di zona merah setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG melemah 1,36 persen atau turun 124,37 poin ke posisi 9.010,33. Meski demikian, tekanan jual sedikit mereda dibandingkan level pembukaan di 9.004,43, sementara indeks sempat menyentuh titik tertinggi harian di 9.105,23. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp16.405 triliun dengan mayoritas saham berakhir melemah.
Saham Perbankan dan Komoditas Menopang Pergerakan Terbatas
Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. menguat 2,99 persen ke Rp105.050, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang naik 0,44 persen ke Rp4.590. Selain itu, PT Aneka Tambang Tbk. mencatat kenaikan 3,64 persen menjadi Rp4.270, sedangkan PT Merdeka Copper Gold Tbk. terapresiasi 3,12 persen ke Rp3.310. Pergerakan positif tersebut mencerminkan minat selektif investor pada saham berbasis fundamental komoditas dan perbankan.
Saham Big Caps Terkoreksi dan Menekan Sentimen Pasar
Tekanan jual paling dalam terjadi pada saham PT Astra International Tbk. yang terkoreksi 9,28 persen ke Rp6.600. Anak usahanya, PT United Tractors Tbk., bahkan anjlok 14,93 persen ke Rp27.200. Pelemahan juga terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk. yang turun 3,75 persen ke Rp7.700 serta PT Barito Renewables Energy Tbk. yang melemah 2,11 persen ke Rp9.300. Kondisi ini memperkuat sinyal kehati-hatian investor terhadap saham berkapitalisasi besar.
Analis Memproyeksikan IHSG Rentan Melanjutkan Koreksi
MNC Sekuritas menilai pelemahan IHSG sejalan dengan ekspektasi pasar setelah keputusan BI. Analis memproyeksikan indeks masih berada pada fase awal koreksi dan berpotensi bergerak ke rentang 8.710 hingga 8.887. Meski demikian, peluang teknikal rebound tetap terbuka dengan area penguatan di kisaran 9.026 hingga 9.054, selama sentimen global dan stabilitas nilai tukar tetap terjaga.
Rekomendasi Saham Menekankan Strategi Selektif dan Manajemen Risiko
Dalam kondisi pasar yang volatil, MNC Sekuritas merekomendasikan pendekatan selektif. Saham ENRG, IMPC, dan MBMA dinilai menarik dengan strategi buy on weakness, sementara saham BMRI disarankan sell on strength seiring potensi koreksi lanjutan. Strategi tersebut mencerminkan fokus pelaku pasar pada pengelolaan risiko di tengah ketidakpastian arah IHSG.
