IHSG Melonjak Lebih dari 2% dan Ditopang Kinerja Saham Unggulan

IHSG Menguat Tajam pada Awal Perdagangan dan Lanjutkan Tren Rebound
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat kuat pada awal perdagangan Jumat, 10 April 2026. Indeks naik 2,3% ke level 7.475 atau bertambah sekitar 168 poin pada sesi pertama. Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan yang telah terjadi selama dua hari terakhir setelah lonjakan signifikan lebih dari 4% pada Rabu, 8 April 2026.
Pergerakan pasar menunjukkan dominasi saham yang menguat. Sebanyak 418 saham mencatatkan kenaikan, sedangkan 144 saham melemah dan 176 saham bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan juga meningkat dengan nilai transaksi mencapai Rp5,43 triliun yang melibatkan 13,56 miliar saham dalam 713.451 transaksi. Seiring itu, kapitalisasi pasar terdorong naik menjadi Rp13.217 triliun.
Sektor Infrastruktur dan Energi Mendorong Kenaikan Indeks
Seluruh sektor perdagangan bergerak di zona hijau dan memberikan kontribusi terhadap penguatan IHSG. Sektor infrastruktur, energi, dan barang baku mencatatkan kenaikan paling tinggi sehingga menjadi penopang utama laju indeks.
Selain itu, saham-saham dengan aktivitas transaksi tinggi seperti BUMI, BBRI, dan BBCA turut meramaikan perdagangan. Saham perdana WBSA bahkan mencatatkan lonjakan signifikan hingga 34% dan menyentuh batas auto reject atas. Kinerja ini memperkuat sentimen positif di pasar.
Saham Konglomerat dan Blue Chip Menggerakkan IHSG
Saham-saham berkapitalisasi besar kembali memainkan peran penting dalam mengangkat IHSG. Emiten dari kelompok konglomerat dan blue chip mendominasi pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan.
Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) menjadi kontributor utama dengan sumbangan sekitar 12 poin terhadap indeks. Kenaikan ini terjadi seiring penguatan saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu yang bergerak kompak di zona hijau.
Selain itu, saham MORA dari Grup Sinar Mas serta Bayan Resources (BYAN) milik Low Tuck Kwong turut memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan IHSG. Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga menjadi salah satu penggerak utama menjelang agenda rapat umum pemegang saham tahunan yang membahas pembagian dividen.
Sentimen Global dan Harga Minyak Menjaga Optimisme Pasar
Sentimen eksternal turut mendukung pergerakan positif IHSG. Pasar Asia-Pasifik mayoritas dibuka menguat di tengah gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun ketegangan geopolitik masih membayangi.
Konflik di Timur Tengah yang berlangsung lebih dari satu bulan masih memengaruhi pasar, terutama karena gangguan di Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi global. Meski demikian, pelaku pasar tetap merespons positif upaya meredakan konflik tersebut.
Di sisi lain, harga minyak dunia terus bergerak naik. West Texas Intermediate (WTI) tercatat menguat menjadi US$98,55 per barel, sementara Brent crude naik ke US$95,92 per barel setelah sebelumnya sempat menembus US$100 per barel.
Kondisi global ini memperkuat optimisme investor, meskipun pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi penting yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan selanjutnya.
