IHSG Menguat ke 7.009 Saat Saham Big Caps Mendorong Penguatan Pasar

Investor Mendorong IHSG Naik ke 7.009 pada Awal Perdagangan Selasa 7 April 2026
IHSG bergerak menguat pada awal perdagangan Selasa, 7 April 2026, seiring meningkatnya minat beli investor di pasar saham Indonesia. Bursa Efek Indonesia mencatat indeks sempat naik ke level 7.010,08 sebelum stabil di 7.009,38 pada pukul 09.02 WIB. Pergerakan ini mencerminkan penguatan sebesar 0,29 persen atau 19,96 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pasar juga mencatat aktivitas perdagangan yang cukup aktif dengan 305 saham menguat, 117 saham melemah, dan 226 saham bergerak stagnan. Selain itu, kapitalisasi pasar mencapai Rp12.259,84 triliun, sehingga memperkuat sentimen positif di awal sesi perdagangan. Meski demikian, investor tetap mencermati potensi volatilitas di tengah arus keluar dana asing pada sesi sebelumnya.
Saham TPIA, BYAN, BREN, dan BBRI Menguat dan Menopang Indeks Utama
Penguatan IHSG terjadi karena saham berkapitalisasi besar bergerak di zona hijau dan menopang indeks utama. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin kenaikan dengan penguatan 2,26 persen ke level Rp4.080 per saham. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga naik 1,75 persen, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 0,46 persen.
Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut menguat 0,30 persen, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang naik 0,27 persen. Di sisi lain, beberapa saham seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) justru melemah sehingga membatasi penguatan lebih lanjut.
Analis BNI Sekuritas Memproyeksikan IHSG Berpotensi Melanjutkan Technical Rebound
BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound setelah tekanan jual investor asing pada awal pekan. Analis menilai indeks dapat menguat menuju area 7.020 hingga 7.050, meski tetap menghadapi risiko koreksi apabila gagal menembus level tersebut.
Analis juga menetapkan area support IHSG di kisaran 6.850 hingga 6.900, sementara resistance berada pada level 7.020 hingga 7.050. Di sisi global, penguatan bursa Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif, meskipun pasar masih mencermati perkembangan geopolitik dan rilis data ekonomi utama di Asia.
