Liputan6.com, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama Jumat, 14 Agustus 2026, dengan penguatan 0,56 persen ke level 6.337,19. Pergerakan indeks berbalik positif setelah sebelumnya sempat berada di zona merah pada awal perdagangan.
Data RTI menunjukkan IHSG sempat menyentuh level terendah 6.267,40. Sebanyak 292 saham mencatat kenaikan, sementara 297 saham melemah dan 196 saham lainnya bergerak stagnan.
Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut mendorong sentimen positif di pasar saham. Prabowo dalam pidatonya menyampaikan berbagai capaian BUMN setelah melakukan pembenahan dan mencatat kinerja positif.
Herditya menjelaskan bahwa sentimen tersebut turut mengangkat sejumlah saham BUMN yang bergerak di sektor bahan baku, infrastruktur, dan energi. Kondisi itu kemudian membantu IHSG berbalik menguat setelah sempat mengalami tekanan pada awal perdagangan.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji juga melihat kenaikan IHSG sebagai respons awal investor terhadap komunikasi kebijakan pemerintah. Selain itu, pelaku pasar melakukan aksi bargain hunting setelah indeks mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya.
Investor Angkat Saham Basic Materials dan Infrastruktur
Penguatan IHSG pada sesi pertama turut mendapat dukungan dari sebagian besar sektor saham. Dari 11 sektor yang diperdagangkan, sembilan sektor mencatat kenaikan, sedangkan dua sektor lainnya mengalami pelemahan.
Sektor basic materials mencatat kenaikan tertinggi dengan penguatan 1,67 persen. Sektor infrastruktur kemudian naik 1,45 persen, disusul sektor consumer cyclicals yang tumbuh 1,17 persen.
Sektor consumer non-cyclicals menguat 1 persen, sementara sektor energi naik 0,85 persen. Sektor industri juga bertambah 0,79 persen dan sektor transportasi meningkat 0,58 persen.
Sementara itu, sektor properti naik tipis 0,12 persen dan sektor teknologi bertambah 0,01 persen. Sebaliknya, sektor kesehatan turun 0,34 persen dan sektor keuangan melemah 0,06 persen.
SMGR dan TINS Memimpin Penguatan Saham
Aktivitas perdagangan pada sesi pertama mencatat frekuensi sebanyak 1.042.100 kali. Investor memperdagangkan sekitar 17,9 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp6,5 triliun. Pada periode yang sama, nilai tukar dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp17.827.
Sejumlah saham turut mencatat penguatan signifikan. Saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 3,31 persen menjadi Rp1.560 per saham. Saham tersebut sempat mencapai level tertinggi Rp1.575 dan terendah Rp1.495 dengan frekuensi perdagangan 2.069 kali.
Saham PT Timah Tbk (TINS) juga menguat 2,96 persen ke Rp3.830 per saham. Saham TINS mencatat level tertinggi Rp3.870 dan terendah Rp3.710 dengan frekuensi transaksi mencapai 11.271 kali.
Selain itu, saham PT Intiland Development Tbk (DILD) naik 0,88 persen menjadi Rp115 per saham. Saham tersebut bergerak pada rentang Rp113 hingga Rp115 dan mencatat frekuensi perdagangan sebanyak 275 kali.
